Liputan

MUI Himbau Pemerintah Lebih Serius Tangani Covid 19

BTN iklan

Jakarta, 12/9 (LEI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), menghimbau kepada pemerintah agar bekerja lebih fokus, serius dalam mengatasi covid 19 guna mencegah penularan yang lebih luas dan jatuh korban meningal lebih besar.

Himabau ini disamapikan melalui Surat Keputusan Nomor: Kep-1639/DP MUI/IX/2020, yang ditadatangani oleh Dewan Pimpinan MUI, Wakil Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal, KH. MUHYIDDIN JUNAIDI, MA dan Dr. H. ANWAR ABBAS, M.M., M.Ag. dikirim kepada LEI, di Jakarta, Kamis.
MUI sebagai wadah musyawarah para ulama zu’ama dan cendekiawan muslim, mencermati dan mempelajari tentang perkembangan peningkatan angka kasus covid-19 secara nasional di mana pada hari Rabu, 9 September 2020 jumlah warga yang sudah terkonfirmasi positif terkena covid-19
mencapai angka 203.342 kasus dengan penambahan 3.307 kasus baru.
Bahkan di daerah tertentu pemerintah daerahnya sudah menyatakan bahwa daerahnya sudah berada dalam kondisi darurat dan atau mendekatinya. Untuk itu bagi kebaikan kita semua sebagai bangsa,
MUI menghimbau kepada para pihak seperti pemerintah, masyarakat dan umat Islam.
Kepada Pemerintah dihimbau antara lain, Untuk benar- benar fokus dalam menangani masalah covid-19 ini, agar tidak terjadi jatuhnya korban sakit dan atau wafat yang lebih banyak lagi, untuk meminta media TV baik nasional maupun lokal supaya melakukan sosialisasi dan edukasi tentang masalah covid-19, dalam waktu “prime time” secara serentak agar kesadaran masyarakat untuk memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan yang ada meningkat dengan tajam sesuai dengan yang diharapkan dan untuk membuat peraturan yang mengatur tentang masalah seputar covid-19 berikut dengan sanksi-sanksinya.

Selain itu, pemerintah juga dihimbau untuk menyediakan masker dan pelindung wajah bagi anggota masyarakat luas secara gratis dan membebaskan masyarakat lapis bawah dari penagihan tarif listrik dan air untuk beberapa bulan ke depan agar kita dapat meningkatkan dan atau mempertahankan
daya belinya.
Himbuan untuk Masyarakat Luas, MUI menyampaikan, untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli dan pemerintah, untuk menjauhi tempat- tempat keramaian dan atau berkumpul-kumpul karena hal demikian sangat potensial bagi terjadinya proses penularan covid-19 dan untuk tidak menyelenggarakan acara yang mengundang keramaian dan atau adanya orang berkumpul-kumpul.

Sementara himbauan kepaa Umat Islam, MUI menyampakan, di daerah yang penyebaran virusnya tidak terkendali umat Islam untuk tidak melaksanakan shalat Jum’at dan shalat lima waktu berjamaah di masjid dan atau mushalla.
Di daerah yang penyebaran virusnya sudah terkendali pelaksanaan shalat jum’at dan shalat lima waktunya hendaklah memperhatikan protokol kesehatan yang ketat agar supaya meningkatkan amal shalihnya dengan membantu saudara-saudara serta handai taulannya berupa zakat infak dan sedekah terutama para tetangga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Diingatkan, Supaya para dai dan daiyah atau muballigh dan muballigah menyampaikan dan
menganjurkan kepada para jamaahnya dalam setiap ceramah dan pengajiannya akan
arti pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker,
sering cuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu, supaya membaca Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib lima waktu agar kita semua terhindar dari wabah pandemi covid-19.

@ty.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami