Liputan

Rakernas Ganas Annar 30 September Bermakna Historis

BTN iklan

Jakarta, 30/9 (LEI) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) lembaga sayap Majelis Ulama Indonesia pada 30 September ini penuh dengan makna historis, dimana tahun 1965 terjadi pemberontakan Patai Komunis Indonesia untuk menggantikan idiologi Pancasila dan pemerintah yang syah. Oleh karenanya, acara ini perlu diikuti oleh para peserta baik off line maupun on line.
Menurut Ketua MUI, H. Basri Bermada dalam sambutannya sekaligus membuka acara Muzakarah di Jakarta, Kamis, karena acara ini bermakna historis dan filosofis, saya sempatkan hdir meski keadaan kesehatan saya kurang begitu fit, atau sehat. “Gerakan pemberitasan ilegal narkoba harus terus di laksanakan jika generasi bangsa Indonesia tidak akan “lost” atau punah, tegasnya.
Ia juga menegaskan, pilihan 30 September oleh panitia, selain bermakna historis, bermakna juga simbolis yakni bersama pemerintah mendukung pencegahan covid 19 yang hingg kini masih menyebar di berbagai wilayah.
“Semangat mencegah narkoba terus dilaksanakan, dan semangat mendukung pencegahan covid 19 juga dilaksanakan, sehingga akan mengandung harapan masa depan bangsa yang lebih baik,” pesan H Basri Bermada.
Sementara itu Ketua Ganas Annar MUI Dr. Titik Haryati menambahkan, pengambilan waktu 30 Septemer 2021 tidak dimaksudkan membuka luka sejarah. Tetapi pelaksanaannya lebih difokuskan pada situasi pandemi covd 19 yang belum tahu kapan berakhirnya sehingga perlu dilaksanakan baik off line maupun on line.
Ia menabahkan, sebagai latar belakang pemikiran, Ganas Annar MUI Pusat merupakan salah satu Lembaga dari 30 Komisi/Badan/ Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi yang khusus menangani penyalahgunaan Narkoba, melakukan pencegahan, edukasi dan sosialisasi P4GN.
Ganas Annar mempunyai peran yang strategis untuk menjadi pelopor di kalangan ulama yang terus bersinergi dengan pemerintah dan tokoh-tokoh masyakarat untuk menangani bahaya Narkoba.
Selain itu, atas dasar peran dan tujuan tersebut, Ganas Annar MUI Pusat secara terus menerus dan
berkesinambungan mengambil tanggung jawab, terlibat dan mengambil inisiatif dalam mengisi
pembangunan dan mengarahkan perjalanan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan
kenegaraan untuk menjauhi atau tidak mengkonsusi narkoba.
Hal itu secara nyata dapat dilihat dari kebijakan, keputusan, fatwa, dan program kerja yang dilaksanakan oleh Ganas Annar MUI Pusat sejak di tingkat pusat, provinsi, hingga ke kabupaten/kota dan kecamatan (sesuai susunan organisasi Ganas Annar MUI Pusat), kataya, seraya menambahkan, atas dasar tersebut, Ganas Annar MUI Pusat menyelenggarakan Mudzakarah dan Rakernas MUI Pusat untuk pertama kalinya dalam masa khidmat 2020-2025 hasil Munas X MUI Tahun 2020.

Muzakarah ini juga menampilkan bebera pembica seperti Deputi Bidang Pencegahan P4GN BNN RI dan salah satu Dewan Pengarah Ganas AnnarĀ  MUI Rofiqul Umam Ahmad.
Sufyan Syarif deputi BNN menegaskan, pemberantasan narkoba ini sulit karena tidak hanya terkait dengan peredaran di dalam negeri tetapi juga lintas negara dan benua. Ini bisnis besar, ini bisnis impor dan ekspor sehingga nilainya triliunan rupiah. Oleh karena itu perlu sinergi bersama dalam usaha memberantas ilegal narkoba sebagai penyakit yang menular.

***10:11 AM 9/30/2021

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami