Hukum

Multi Structure Siap Bayar Rp1,3 Triliun

BTN iklan

JAKARTA/Lei  – Perusahaan konstruksi PT Multi Structure optimistis sanggup membayar kewajibannya kepada para kreditur yang mencapai Rp1,34 triliun. Mekanismenya dirembug dalam proses PKPU di pengadilan.

Kuasa hukum PT Multi Structure, Rio Simanjuntak mengatakan perusahaan mampu membayar utang karena masih memiliki proyek-proyek berjalan yang dikerjakan.

“Kami mampu membayar utang karena ada beberapa konstruksi bersama dengan pemerintah,” katanya usai rapat kreditur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (6/7).

Perusahaan diputus dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada 24 Mei 2017, setelah berulang kali lolos dalam permohonan PKPU dan pailit.

Proyek yang dimaksud Rio adalah pembanguna jalan, tol maupun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Proyek tersebut tersebar di Pekanbaru, Kendari dan beberapa daerah di Pulau Jawa.

Rio menjelaskan, valuasi dari konstruksi dapat digunakan sebagai sumber dana pembiayaan. Selain itu, sumber dana lain diharapkan datang dari investor dan injeksi dari pemegang saham.

Meski begitu, pihaknya tetap akan meminta keringanan kepada kreditur berupa penghapusan denda dan bunga. Dia juga meminta masa tenggang atau grace period dalam membayar utang.

Dalam rapat kreditur kemarin, prinsipal PT Multi Structure Sukamto turut hadir. Rapat seharusnya membahas rencana perdamaian agar perusahaan lepas dari PKPU dan tidak pailit, tetapi debitur belum siap.

Salah satu pengurus restrukturisasi utang Sahat M. Tamba menyatakan belum menerima rencana perdamaian dari debitur. “Debitur belum siap dengan proposal perdamaiannya dan meminta perpanjangan PKPU,” katanya.

Rio mengatakan pihaknya belum dapat menyusun proposal perdamaian sebab baru mendapatkan data kreditur final kemarin.

Perpanjangan tersebut, ungkapnya, akan digunakan untuk menyusun rencana perdamaian yang komprehensif. Pasalnya, debitur memiliki tipe kreditur yang beragam.

Menurut Rio, setiap kreditur memiliki penyelesaian yang berbeda-beda tergantung jenis utangnya. Oleh karena itu, pihaknya harus membuat proposal perdamaian sedetail mungkin.

Meski diperpanjang selama 30 hari, debitur berjanji untuk merampungkannya dalam 2 minggu.

Perpanjangan ini disetujui secara aklamasi oleh para kreditur. Meski perwakilan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. meminta waktu dipersingkat.

Hakim pengawas Hastopo mengatakan hasil aklamasi perpanjangan akan dilaporkan kepada hakim pemutus. Namun, dia menyatakan perpanjangan PKPU diubah menjadi 31 hari agar PKPU tetap berakhir pada Senin, 7 Agustus 2017. Sidang pengesahan akan digelar Jumat (7/7)

Sejauh ini pengurus mencatat Multi Structure mengantongi utang kepada para kreditur hingga Rp1,34 triliun. Kendati begitu, jumlah utang dapat berubah.

Sahat memerinci debitur memiliki utang kepada delapan kreditur separatis sebesar Rp711 miliar, dan kewajiban kepada 129 kreditur konkuren mencapai Rp633 miliar.

Dalam daftar yang diperoleh Bisnis, tagihan terbesar datang dari Indonesia Eximbank Rp351,41 miliar, disusul PT Bank Permata Tbk. sebesar Rp226,96 miliar. (Deliana Pradhita Sari)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami