EntertainmentLifestyle

Museum Louvre Buat Tur Seni dari Video Musik Beyonce-Jay Z

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Museum Louvre Paris membuat sebuah tur seni berdasarkan video musik Apeshit milik Beyonce dan Jay-Z yang rilis pada beberapa waktu lalu.

Tur tersebut mengikuti sejumlah karya seni koleksi Museum Louvre yang ditampilkan oleh pasangan Carter pada video musik mereka.

Video lagu Apeshit yang menggunakan sejumlah mahakarya koleksi museum tersebut telah ditonton lebih dari 56 juta kali di YouTube, dua pekan setelah penayangannya.

Tur berdasarkan video tersebut mengikuti 17 lukisan dan patung yang tampil dalam Apeshit, mulai dari marmer asal Yunanni ‘Nike dari Samothrace’ hingga lukisan ‘Potrait of a Negress’ karya Marie Benoist.

Pemilihan koleksi tersebut oleh pasangan Carter bermakna perayaan ras kulit berwarna dan pemberdayaan mereka atas masalah perbudakan dan imperialisme.

‘Potrait of a Negress’ merupakan lukisan yang dibuat pada era 1800-an, enam tahun setelah Revolusi Perancis yang menghapus perbudakan di wilayah kolonial Karibia.

Namun di antara karya tersebut, yang paling mencolok adalah ketika Beyonce berada di tengah-tengah barisan penari berkulit hitam di depan lukisan penobatan Napoleon I dan Nyonya Josephine.

Apeshit merupakan lagu dari album kejutan dari Beyonce dan Jay-Z yang bertajuk ‘Everything is Love’ dan sebagai debut menggunakan nama keluarga mereka, The Carters.

Album itu sendiri menjadi kelanjutan dari album mereka masing-masing, Lemonade oleh Beyonce dan 4:44 dari Jay-Z, yang mengisahkan kehidupan orang kulit hitam, pemberdayaan mereka, dan kisah cinta pasangan selebritas tersebut.

Di sisi lain, tur yang dibuat Louvre berdasarkan video musik Apeshit itu bakal berdurasi 90 menit dan informasi panduan ditampilkan di situs museum tersebut.

Panduan dari Louvre tersebut menjelaskan setiap detil kisah dari karya yang dipilih untuk di video Apeshit, namun tidak memberikan keterangan bagian kemunculan karya-karya itu.

Profesor James Smalls dari Universitas Maryland menyebut video Apeshit yang disutradarai oleh Ricy Saiz itu sebagai hal yang ‘brilian’.

“Video itu memanfaatkan, mengeksploitasi, dan menafsirkan lukisan dan patung ala Barat sebagai cara untuk menapak dan merayakan keberhasilan pasangan Carter, dan warga kulit hitam dalam kanon artistik yang tak dapat dipisahkan dari sejarah kolonialisme,” kata Smalls.

“Video itu adalah manifesto visual dan suara tentang ruang, kekuatan, dan pengendalian,” katanya dalam ulasan di majalah Frieze.

Meski diketahui menggunakan 17 lukisan koleksi Museum Louvre, pihak pengelola menolak mengatakan biaya yang dibayar pasangan Carter untuk syuting di depan Mona Lisa, Venus de Milo, The Raft of the Medusa.

Direktur Museum Louvre, Jean-Luc Martinez mengatakan ia ingin membuat koleksi museum tersebut lebih dapat dilihat publik secara luas.

Museum bersejarah itu sendiri tahun lalu dikunjungi lebih dari 8,1 juta pengunjung dengan 75 persen merupakan orang asing dan setengah dari total pengunjung berusia di bawah 30 tahun. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close