BTN iklan
EntertainmentLifestyle

Musim Kedua ‘Westworld’ Dibuka dengan ‘Pembantaian’

Jakarta (LEI) – Westworld musim kedua bisa menjadi ‘penghibur’ bagi penggemar Game of Thrones tahun ini. Serial HBO yang tayang perdana 2016 lalu itu langsung punya penggemar fanatik, meski belum membeludak seperti cerita tentang perebutan kekuasaan di Westeros.

Musim kedua serial itu tayang perdana pukul 8 pagi ini, Senin (23/4) dengan waktu bersamaan seperti di Amerika Serikat. Malam nanti, akan ada siaran ulangnya.

Awal episode pertama Westworld musim kedua sedikit mengingatkan penonton pada akhir musim pertamanya, ‘pemberontakan’ dari robot di taman Westworld. Terlihat cuplikan demi cuplikan saat Dolores Abernathy (Evan Rachel Wood) duduk bersama Bernard Lowe (Jeffrey Wright).

Masih seperti episode-episode sebelumnya, kerumitan adegan dan timeline menjadi daya tarik Westworld musim ini. Jonathan Nolan dan Lisa Joy seakan mengambil syuting beberapa adegan dalam waktu yang bersamaan, membuat penonton berpikir keras mana waktu yang sekarang.

Penasaran dan kerumitan cerita memang selalu dijadikan daya tarik utamanya, seperti HBO yang menarik begitu banyak penggemar dalam Game of Thrones, membiarkan mereka bertanya-tanya karakter mana yang selanjutnya akan ‘disingkirkan’ oleh sutradara.

Episode pertama masih menampilkan Dolores sebagai karakter utama yang menonjol, ditemani Teddy Flood (James Marsden). Bernard juga ditampilkan menonjol, meski karakternya dipenuhi misteri. Demikian pula Maeve Millay (Thandie Newton).

‘Pemberontakan’ para host atau robot yang ternyata punya memori meski kepala mereka bisa kapan saja dibedah oleh penciptanya, semakin brutal di musim kedua Westworld. Mereka bahkan tak lagi berbusana seperti karakternya di taman dengan tema koboi, melainkan mirip dengan manusia.

Mereka juga mulai masuk ke dunia manusia. Manusia dan robot pun makin sulit dibedakan. Sementara itu, Bernard sebagai ‘bos’ seakan masih kebingungan dengan keberpihakannya.

Lisa Joy sebagai kreator Westworld mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NY Times, “Westworld adalah tentang perjalanan bentuk kehidupan baru. Rasanya seperti, dengan begitu banyak pertaruhan yang besar, kami tetap harus memberi arahan dan usulan solusi untuk beberapa pertanyaan yang kami eksplorasi di sini.”

Di lain kesempatan ia menegaskan, “Dunia ini bukan milik mereka, melainkan kita.”

Itu seakan menjadi jawaban bagi garis besar cerita Westworld.

Sementara itu, dalam rangka mempromosikan Westworld musim kedua, pengalaman mengunjungi taman penuh robot itu kini dapat dirasakan di dunia nyata, melalui virtual reality. Permainan itu dibawa langsung dari Amerika Serikat ke Singapura dan Malaysia.

“Pengalaman virtual reality memungkinkan para penggemar mengunjungi kota Sweetwater di Westworld dan menyisakan keheranan apakah ini nyata atau tidak,” demikian tertulis dalam keterangan pers, beberapa waktu lalu.

Persis seperti tamu yang mengunjungi Westworld, pemain juga akan disambut oleh para robot atau host yang berbusana serba putih. Mereka lalu diminta mengenakan kaca mata dan headphone untuk merasakan pengalaman virtual reality. Acara berlangsung April hingga Mei. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close