Hukum

Nama Mekeng Muncul Saat Sidang Kasus Suap Eni Saragih

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Persidangan terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (2/1) mengungkap keterlibatan politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. Munculnya nama Mekeng bermula ketika jaksa penuntut umum (JPU) mencecar saksi pada perkara itu.

JPU KPK mendakwa Eni selaku wakil ketua Komisi VII DPR menerima suap Rp 4,750 miliar dari pengusaha Johannes B Kotjo. Suap untuk legislator Golkar itu demi meloloskan proyek PLTU Riau-1.

JPU KPK menghadirkan saksi bernama Nenie Afwani sebagai saksi bagi Eni. Nenie merupakan direktur PT Borneo Lumbung Energi dan Metal.

Salah satu anggota tim JPU bertanya ke Nenie soal nama Mekeng dalam berkas acara pemeriksaan (BAP). Merujuk BAP itu, Mekeng disebut sebagai pihak yang mempertemukan Nenie dan atasannya, Samin Tan dengan Eni.

“Saksi dikenalkan Bu Eni Saragih lewat Samin Tan dan Mekeng. Mekeng ini siapa?” kata JPU ke arah Nenie yang duduk di kursi saksi.

Namun, Nenie mengaku tidak mengenal sosok Mekeng. Dia hanya menyebut Mekeng sebagai teman dekat Samin Tan.

JPU lantas mencecar Nenie dengan pertanyaan lain soal Mekeng. Apakah Mekeng dalam BAP itu adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.

“Saya tidak tahu sebenarnya saat itu, pak. Saya justru tahu setelah di proses penyidikan, penyidik yang memeriksa saya kemudian menginfokan bahwa Pak Mekeng itu adalah anggota DPR dari fraksi Golkar,” ucapnya.

Pengakuan Nenie soal Mekeng lantas dikonformasikan ke Eni Saragih yang duduk di kursi terdakwa bersama tim penasihat hukumnya. Eni yang juga legislator Golkar mengaku pernah diperintah Mekeng.

“Perintah dari ketua fraksi saya, Bapak Mekeng. Ketua Fraksi Partai Golkar,” terangnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close