Hukum

Napiu Teroris Nusa Kambangan Tidak diperbolehkan Solat Berjamaah

BTN iklan

Cilacap (Lei) – Koordinator Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-Pulau Nusakambangan dan Cilacap Hendra Eka Putra menyatakan pihaknya melarang narapidana terorisme melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid selama Ramadan.Image result for napi teroris nusakambangan

Napi teroris yang tergolong berisiko tinggi (high risk) itu hanya dizinkan untuk solat di dalam sel masing-masing.

“Mereka ‘one man, one cell’, satu orang dalam satu sel, sehingga melaksanakan salat tarawih sendiri-sendiri di dalam selnya,” kata Hendra dikutip Antara, Rabu (30/5).Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan itu telah menyediakan kebutuhan para napi teroris air untuk berwudu di sel masing-masing.

Sebanyak 50 napi yang diboyong dari Lembaga Pemasyarakatan II-A Metro, Kota Metro, Lampung, hari tiba di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Puluhan napi tersebut diangkut dengan tiga bus pariwisata serta dikawal personel Brimob itu tiba di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu, sekitar pukul 06.00 WIB. Selanjutnya diseberangkan menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan.Selama proses penyeberangan tersebut, pengamanan di sekitar Dermaga Wijayapura ditingkatkan. Menurut Hendra, 50 napi pindahan dari Lapas Metro itu seluruhnya terlibat kasus terorisme.

“Tidak ada yang pidana umum, semuanya teroris. Mereka ditempatkan di Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu,” kata Hendra.

Selain 50 napi kasus terorisme yang dibawa masuk ke Nusakambangan, kata Hendra, sebanyak 30 tahanan kasus terorisme yang sebelumnya menempati sejumlah lapas di pulau “penjara” itu juga dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.Menurut dia, pemindahan tahanan kasus terorisme dari Pulau Nusakambangan ke Rutan Gunung Sindur masih akan dilakukan secara bertahap. Dia memperkirakan jumlah napi kasus terorisme di Nusakambangan mencapai kisaran 200 orang.

“Hari ini ada 30 orang yang dibawa ke Gunung Sindur. Di Nusakambangan masih ada beberapa tahanan karena di tempat saya saja masih ada 20 orang, di tempat (lapas) lain juga masih ada tapi saya enggak hafal,” tutup Hendra.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close