BukuEventHukumLiputan

NASIB PENGACARA DAN AKEDEMISI DI TENGAH PANDEMI

BTN iklan

Jakarta, Legal Era Indonesia- Dalam acara Ade Saptomo Menjawab di Youtube.com pada pagi (26/8/2020) beliau mengunjungi Lembaga Studi Hukumyang di hadiri Ketua Umum APPTHI yaitu Prof. Ade, Prof. Faisal Santiago sebagai Pembina dan Dr. Laksanto sebagai pengurus sedang membahas mengenai Perkembangan Dunia Digital di Bidang Hukum. Diantaranya ada beliau dari Akademisi dari Universitas Borobudur yaitu Prof. Dr. Faisal Santiago, dari Akademisi Universitas Pancasila dan Dr. Laksanto Utomo dari Universitas Sahid.

“Di dunia ini sudah harus mengikuti perkembangan zaman yang masuknya keranah dunia digital yang notabendnya bapak Dr. Laksanto Utomo, Beliau sudah menulisan buku Pengacara Cyber untuk mengikuti perkembangan zaman ini. Beliau sudah mendahului dibandingkan profesi-Profesi yang lain. Itu yang akan saya sampaikan tutur  Prof. Dr. Ade Saptomo . Masyarakat mungkin bertanya tentunya profesi-profesi apa yang sudah memulai berbasis digital. Salah satu profesi yang sudah menjamah dunia digital antara  lain adalah advokat. Yang berada disini antara lain ada 2 Profesi yang petama Pengajar atau Akademisi dan yang kedua adalah Advokad”. Tutur  Ade Saptomo selaku moderator.

 

Beberapa waktu yang lalu bapak Laks Sudah melauncing buku Pengacara Cyber dan sekarang ini sudah diterima oleh mahasiswa tentunya dan begitu pula akademisi atau dosen dosen hokum di Indonesia. Mahasiswa dan Akademisi merespon baik tentunya dengan adanya buku ini tutur bung Prof. Dr. Ade Saptomo yang kami wawancari oleh teman tim redaksi LEI pada (26/08) Rabu Kemarin.

Ade Saptomo  menjelaskan juga “Akibat dampak Covid-19 ini perkantoran, mall, dan proses belajar  mengajar diberhentikan sementara waktu dan mereka hanya bisa belajar dari rumah saja dengan mengginakan dgital dan ini adalah sebuah momentum yang menarik bagi bapak Laks selaku Penuli Buku Pengacara Cyber dan menanyakan latar belakang penulisan buku Pengacara Cyber Ini dan siapkah masyarakat sudah siap akan prasarana dan prasarana yang serba digital ini”.

 

Bapak Laks menjawab mengenai pernyataan yang di lontarkan bahwa “Buku ini sudah kami Rancang dan sudah kami gagas sebetulnya 1 tahun yang lalu dan kami sudah membuat buku ini, dan jadi kebetulan kami bertiga ini bersama sama berada di Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) dan dari situlah kedua beliau ini memberikan inspirasi saya sewaktu bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi dan kita membuat Gagasaan dengan 8 konsep yang kita berikan kepada pemerintah di Tahun 2016 dan jadi itulah salah satunya penggagas pembaruan didalam suatu pendidikan hokum termasuk profesi hukum”.

“Salah satunya bahwa batu loncatan kedepan bahwa tidak bisa tidak bahwa fakultas hukum ataupun bidang profesi seperti pengacara harus menggagas atau menindak lanjuti beberapa permasalahan pda waktu itu adalah beberapa bisnisyang sudah merambah kedunia digital dan memanfatkan proses internet yang secara menglobal, business secara mengglobal dan tentunya dari permasalaahn ini pengacara maupun Akademisi Hukum juga menyambut hal ini dalam perubahan kemajuan era digital” tegasnya Faisal Sandiago.

Dan Beliau juga menyebutkan ini adalah sebuat tantangan dan sebuah peluang dan merupakan sebuah bagian dari tulisan ini sedemikan rupa bahwa apa yang harus menjadi peluang maupun tantangan yang harus dihadapi oleh Akademisi Hukum maupun Pengacara”. Selagi bapak Laksanto menjelaskan.

penjelasan terbentuknya Buku Pengacara CYBER

Ade juga menambahkan bahwa “ sementara ini juga sebagai isu yang monumental dengan membicarakan buku ini dengan mengkaji, mengkritisi, oleh beliau beliau yang berkompetensi dibidang hukum terutama, dan salah satu diantaranya yang mengkritisi Bapak Faisal Santiago. Dan hal yang dimaksud sekarang bagaimana kesiapan dari profesi kepengacaraaan yang menggunakan berbasis digital ini”.

“Jadi kedepan untuk profesi hukum tentunya kusus pengacara ini mau tidak mau masuk ke dunia digital ini. Memang sejak pandemic ini kita sudah mulai memperkenalkan bahwa untuk mengikuti secara digital  dan mencari bahan untuk mencari referensi by digital . Profesi hukum dan tentunya seorang pengacara mau tidak mau memang digitalisasi adalah factor utama, semua informasi dari digital dan buku pengadilan sudah menggunakan e-Court (https://ecourt.mahkamahagung.go.id/) dan sekarng Digitalisasi memegang peranan yang sangat besar dan oleh karena itu dengan dibuat buku Pengacara Cyber Inimenjadikan spirit kepada para mahasiswa hukum  bahwa nanti disamping mereka memiliki attitude yang baik kepandaian yang baik disamping itu juga harus menguasai teknologi yang sedang berkembang juga” tutur Santiago. Beliau juga menjelaskan bahwa dia adalah sebagai seorang Praktisi maupun seorang Akademisi sangat menyambut baik dengan adanya pengacara Cyber.

Bapak ade menambahkan bahwa mereka bertiga sudah mengunjungi beberapa Negara maju dengan diantaranya Amerika srikat dan mereka juga mendengarkan bahwa kemajuan teknologi pada jaman sekarang ini tidak bisa dihindarkan lagi dari profesi-profesi yang lain. Profesi profesi hukum yang bergerak dibidang property berkumpul disebuah kota yang berada Kazazta sehingga Laksanto Utomo memiliki gagasan Penulisan tentang Pengacara Cyber ini dengan masa depan dunia Pengacara didunia digital ini.

“Dikejaksaan masih belom mengikuti dunia digital, dan saya piker juga kejaksaan harus mengikuti perkembangan dunia digital ini dengan menjelaskan bahwa Mahkama agung sedang menjalankan proses peradilan dan akan meneruskan proses peradilan secara daring atau online dan artinya Mahkama agung juga mempermanenkan pross peradilan secara daring atau Online untuk mengikuti perkembangan zaman di era digital ini. Tanpa kontak pun kita adalah salah satu bagian dari yang kita harus tuntaskan. Kondisi pandemic inimemutar balikan fakta dengan adanya proses peradilan yang harus ketemu dengan kontak juga  sudah tidak perlu lagi. Bahwa kedepan ini banyak pengorbanan yang dialami oleh beberapa pihak tentunya harus merubah mungkin beberapa matakuliah harus menyesuaikan”. Tutur Laksanto utomo saat bertemu dengan media .

Bapak ade juga menjelaskan bahwa “jika bertemu fisik lama kelamaan menjadi hal yang kuno juga dengan melihat substansi materi perkara itu sendiri, tidak harus bertemu fisik”.

Pandemi adalah salah satu bentuk uci coba proses peradilan yang harus ketemu diganti dengan via daring atau online. Andaikata sifat peradilan yang terbuka secara umum dapat disaksikan oleh masyarakat. Dan Laksanto juga turut menjelaskan bahwa MA akan mempermanenkan Peradilan Secara virtual. Bapak ade menambahkan setuju sesuai dengan pernyataan bapak Laks selaku Akademisi.  Beliau juga sudah menggagas konsep dengan perusahaan ternama melalui teknologi pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan dari teknologi digital ini sehingga mereka mulai terampil dari hal ini. Hal ini akan saling sambung menyambung dengan menggunakan Virtual dan beberapa hal yang lain. Untuk pendidikan PKPA juga akan dilaksankan daring menurut bapak Ade dan kemudian setelah lulus akan terjun langsung sebagai profesi hukum yang sudah trampil dibidang masing masing yang dipelajari.

 

Beliau bertiga sudah mengunjungi di moskow university “univ ini  melaksanakan daring persidangan dan pembelajaran bisa telekonverens di dunia yang luas dan kita sebagai warga negara Indonesia terkagum kagum dengan teknologi yang digunakan”. Penjelasan bapak Ade.

“masih ada 1 2 yang berbeda pendapat keterkaitan ketemu dan tidak ketemu, dan ini semua danya pandemic sudah merubah tatanan kehidupan dengan yang biasanya harus tatap muka kita tidak harus tatap muka sedangkan yang di pengadilan harus hadir sekarang tidak perlu hadir melalui virtual secara online dan semua yang pulangkampung sekarang tidak pulang kampong dan in sekarang menandakan sudah diarajkan dan sudah mulai menerima dunia digital . Dengan adanya pendidikan dari TK hingga kuliah mereka masyarakat sudah melalukan pengajaran via Virtual menurut bapak Faisal

Buku ini dapat diunduh Gratis dan Bisa di dapatkan di https://legaleraindonesia.com/pengacara-cyber-profesi-hukum-kaum-milenial/

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Wa : 081326521221

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami