Liputan

Nekat Mudik? Jangan Harap Bisa Lolos Sampai Tujuan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menggatakan Kemenhub bersama dengan Kepolisian, TNI, Satpol PP turun ke lapangan mulai membuat penyekatan di check point yang telah disepakati.

“Saya melakukan pengecekan di KM 31 dan perbatasan Bekasi hingga Karawang. Masyarakat yang terindikasi mudik, diminta putar balik,” ujar Budi ketika memantau pos penyekatan di Tol Jakarta – Cikampek KM 31.

Berdasarkan data dari Korlantas Polri, yang dihimpun dari 9 Polda, hingga hari kedua penyekatan (7/5) pukul 20.00 WIB, sebanyak 29.339 kendaraan diputar balik. Terdiri dari roda empat pribadi 16.063 kendaraan, roda  empat penumpang 2.932 kendaraan, sepeda motor sebanyak 8.447, dan 1.737 kendaraan angkutan barang.

Pola yang dilakukan masyarakat yang akan mudik saat ini sama seperti tahun lalu. Banyak masyarakat yang tinggal di Karawang tapi bekerja di Jakarta dan begitu pula sebaliknya.

“Untuk menyortir masyarakat yang mudik, secara kasat mata bisa terlihat. Misalnya mobil pribadi yang membawa barang muatan. Atau kendaraan minibus plat hitam kok KTPnya beda-beda, itu pasti travel gelap,” ujar Dirjen Budi.

Menurutnya yang menjadi permasalahan adalah penyekatan sepeda motor di perbatasan Karawang.

Jika motor berplat B atau T maka Kemenhub akan lebih memberikan toleransi, terlebih jika bisa menujukkan surat keterangan dari tempatnya bekerja.

“Tapi kalau plat G, plat R, atau yang lain, atau terlihat membawa barang seperti ransel besar, terindikasi mudik ya kami minta putar balik,” ungkapnya.

Dia menuturkan bahwa koordinasi lintas instansi di lapangan cukup baik. Terkait dengan kemacetan di lokasi penyekatan, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas kepolisian di lapangan untuk mengurai kemacetan.

“Kemarin saya berkoordinasi dengan Karo Ops Polda Metro, jika dilakukan penyekatan betul pasti akan terjadi antrian, karena untuk melakukan pengecekan itu butuh waktu,” kata Budi.

Oleh karena itu petugas di lapangan menyiasati dengan memprioritaskan pengendara yang telah menunjukkan persyaratan untuk segera lewat. Budi menambahkan bahwa jika terjadi kemacetan cukup panjang, petugas akan melepas antrian untuk mengurai kemacetan. “Namun, jangan harap bisa lolos sampai tujuan,” kata dia.

“Karena masih banyak check point yang harus dilewati, kaerna kan tidak hanya di KM 31 ini, tapi juga di Pejagan, Kecipir, Brebes untuk jalan Nasional, sampai Kalikangkung, jadi layer-nya sangat banyak,” kata Budi.

Dia juga menjelaskan bahwa masing-masing petugas check point telah berkoordinasi, jika lolos di depan, maka di pos berikutnya pasti akan terkena penyekatan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami