Internasional

Nikahkan Pasangan Kekasih di Pesawat, Paus Fransiskus Tuai Kritikan

BTN iklan

Lei, Tindakan Paus Fransiskus untuk menikahkan sepasang kekasih di atas pesawat menuai kecaman dari kaum konservatif. Pria asal Argentina itu dinilai dapat membahayakan nilai-nilai luhur pernikahan dalam tradisi Gereja Katolik karena prosesi tersebut dilakukan secara impromptu atau mendadak.

“Apakah Anda tahu apa itu pernikahan yang matang? Satu pernikahan dirayakan di atas pesawat yang dilakukan oleh pasangan yang belum tentu benar-benar dibaptis,” cuit sebuah blog yang dikelola kaum konservatif, Rorate Caeli,

Pengacara Kanonik, Ed Peters, mempertanyakan apakah tradisi-tradisi pernikahan sesuai Gereja Katolik sudah dilakukan dengan baik atau tidak dalam prosesi tersebut. Konsultan Majelis Tinggi Vatikan itu juga mempertanyakan apakah pasangan tersebut sudah melewati konseling pernikahan secara Katolik serta tidak adanya halangan atau keberatan yang bisa membatalkan sakramen pernikahan.

Peters mencatat sebuah artikel dari media Cile bahwa pasangan kekasih itu memang mengincar untuk dinikahkan di atas pesawat oleh Paus Fransiskus sejak Desember 2017. Penganut konservatif lainnya, Phil Lawler, meyakini pastor akan lebih sulit untuk menyiapkan sepasang kekasih untuk menikah sesuai tradisi Katolik mengingat apa yang dilakukan oleh pemimpin tertingginya, Paus Fransiskus.

“Apakah Sri Paus benar-benar meminta mereka untuk merenung secara serius mengenai komitmen? Tidak. Apakah dia mempertanyakan mereka pernah tinggal seatap sebelum menikah? Tidak. Apakah dia mendengar pengakuan keduanya? Tidak juga. Merencanakan seremoni yang bermartabat? Tidak sama sekali,” tulis Lawler dalam sebuah blog.

Paus Fransiskus pernah memicu perdebatan tentang pernikahan. Di satu sisi, pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu sangat menghargai nilai-nilai luhur keluarga dan pernikahan. Akan tetapi, pria berusia 81 tahun itu juga secara hati-hati mengungkapkan rencana untuk membolehkan perceraian yang sangat tabu dalam tradisi Katolik.

Sebagaimana diberitakan, Paus Fransiskus memberikan sakramen pernikahan kepada pasangan Carlos Ciuffardi dan Paula Podest. Pasangan pramugara dan pramugari itu sudah menikah secara sipil pada 2010. Akan tetapi, mereka tidak bisa menikah sesuai tradisi Gereja Katolik karena tempat ibadah mereka rusak dihantam gempa Cile.

Cuiffardi lantas menepis anggapan bahwa dirinya sengaja ingin menikah di atas pesawat dan diberi sakramen oleh Sri Paus. Pria berusia 41 tahun itu mengaku awalnya hanya ingin mendapat berkat dari Paus Fransiskus, tetapi kemudian Sri Paus secara mendadak menikahkannya dengan Paula Podest.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close