HEADLINESHukum

Nilai Aset DWI Cukup Untuk Membayar Hutang

BTN iklan

Jakarta, LEI – Kurator PT Danau Winata Indah (dalam pailit) mulai melakukan appraisal atau penaksiran terhadap aset perusahaan.

Aset PT Danau Winata Indah (debitur) hanya bertajuk kondotel Avani di kawasan Nusa Dua, Bali.

Salah satu kurator kepailitan debitur Verry Sitorus mengatakan tim kurator telah mengunjungi proyek debitur. Dalam kunjungan tersebut, kurator mulai menaksir valuasi nilai aset tanah dan bangunan.

Dalam hal ini, kurator juga berkerja sama dengan pemerintah daerah setempat. “Appraisal awal sudah kami lakukan. Penghitungan sementara nilai aset cukup menutup tagihan,” katanya di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (23/1).

Verry menuturkan, tagihan dalam kepailitan ini tembus Rp215 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan 38,70% dibandingkan dengan tagihan semasa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Rp155 miliar.

Tagihan tersebut berasal dari pembeli unit kondotel Avani dan kontraktor PT Dwi Fajar Konstruksi. Namun pemegang piutang terbesar yaitu PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) senilai Rp124,26 miliar. Perusahaan milik negara ini membeli unit dalam partai besar.

Verry menuturkan, kurator akan segera melego bangunan dan tanah milik debitur seluas 3 hektare. Bangunan tersebut berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan (HPL). Adapun kondisi bangunan sudah mangkrak selama setahun.

Verry menambahkan sudah ada pihak yang tertarik untuk membeli aset debitur. Pasalnya dia menilai lokasi aset sangat strategis untuk dikembangkan bisnis.

Kondotel Avani merupakan bagian dari megaproyek Nusa Dua Circle besutan PT Danau Winata Indah. Kawasan terpadu seluas 3,23 hektare ini menelan investasi sebesar Rp2 triliun.

Nusa Dua Circle ditargetkan rampung keseluruhan tahun 2014. Selain menaungi Kondotel Avani, terdapat juga apartemen, hotel, galeri seni, amphi theater dan pusat perbelanjaan. Sebelum proyek rampung, di pengembang diajukan PKPU Di PN Jakarta Pusat pada Juli 2017.

Untuk diketahui, pengembang properti PT Danau Winata Indah itu terbukti memiliki utang yang jatuh tempo dan dapat ditagih. Perkara ini terdaftar dengan No.92/Pdt.Sus-PKPU/PN.Jkt.Pst/2017.

Anak usaha dari Graha Cemerlang Group ini resmi masuk masa restrukturisasi utang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ini diajukan oleh dua pembeli kondotel, Adhi Nugraha (pemohon I) dan Agus Priadi Lumbatoruan (pemohon II).

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

9 Komentar

  1. Yoᥙ really make it seem so easy with уour presentation but
    I find this matter to be reallʏ something that Ӏ think
    I wⲟuld never understand. It seems too complicated and extremely broad for me.
    I’m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it!

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami