Hukum

Novel Duga Wacana Tim Gabungan Polri-KPK karena Penyiraman Air Keras Libatkan Oknum Polisi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menduga Kapolri mengajak KPK membentuk tim investigasi bersama untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadapnya itu karena disinyalir aksi itu melibatkan oknum polisi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (Ketum PP) Muhammadiyah, Danhil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (1/8), mengatakan, Novel menyampaikan hal tersebut saat berdiskusi dengannya melalui sambungan telepon pagi tadi.

“Novel menyampaikan, menduga Kapolri memiliki bukti dugaan ada suap atau korupsi yang melibatkan pihak oknum kepolisian yang terkait dengan kasus penyerangan terhadap dirinya,” ujar Danhil.

Menurut Novel, lanjut Dahnil, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tidak mungkin mengajak KPK untuk mengusut kasus ini jika tidak aksi penyiraman air keras tersebut tidak terkait kasus penanganan korupsi, karena KPK tidak menangani kasus tindak pidana umum.

“Karena bila tidak ada kasus korupsi, maka permintaan Kapolri membentuk tim bersama dengan KPK keliru. Karena bukan tupoksi KPK menangani kasus terorisme atau kekerasan,” kata Danhil menyampaikan pendapat Novel.

Novel menyayangkan Tito enggan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang lebih efektif untuk membantu Polri mengungkap siapa pelaku dan dalang aksi penyiraman air keras tersebut.

Selain itu, TGFP akan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengusutan aksi penyerangan yang terbilang gasal tersebut. Terlebih, kasus ini sudah 3 bulan lebih belum berhasil diungkap alias masih gelap.

“Agak aneh apabila penolakan keras dilakukan oleh Kapolri, padahal TGPF sejatinya membantu kualitas kerja beliau dalam penanganan kasus Novel Baswedan,” ujar Danhil.

Novel juga menilai kasus ini tidak akan diungkap jika hanya ditangani oleh Polri. “Upaya menggandeng pihak lain dalam hal ini KPK, diduga oleh Novel sebagai upaya mencari pembenaran seolah-olah polisi serius,” ujar Danhil.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami