Opini

Obituari Prof. Dr. Malik Fadjar Kakak dan Guruku

BTN iklan

 

 

Oleh Dr. Anwar abbas, Ketua PP Muhammadiyah dan Sekjen MUI.

Prof. Malik Fadjar adalah seorang pejuang pendidikan yang dikenal gigih dan tidak pernah mengenal lelah serta selalu optimistik. Berkat ketekunannya dia bisa membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu universitas swasta terkenal di negeri ini yang tidak hanya megah dan indah. Tapi juga maju dan modern.
Tokoh mohommadiyah dan tokoh pendidikan, sekaligus sebagai kakak dan guruku itu, Senin sekitar pk 19.00 WIB, telah perpulang ke Rahmatullah, menemui sangkhaliq.
Kita semua tentu akan menyusunya. Cuma bekal untuk “menemuiNya” itu tak semua orang Muhammadiyah mampu bersikap tindak, bekerja keras, ikhlas seperti halnya Prof. Malik Fadjar.
UMM ini merupakan salah satu universitas dan perguruan tinggi unggulan di lingkungan Muhammadiyah dan menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang diperhitungkan di negeri ini.
Diangkatnya beliau menjadi menteri agama, kemudian menjadi menteri pendidikan periode 2001 – 2004 saya rasa tentu tidak terlepas kaitannya dengan keberhasilan beliau di dalam memajukan kampus yang beliau pimpin di samping kiprah beliau di organisasi muhammadiyah yang telah banyak melahirkan kader-kader muda yang tangguh dan handal seperti Prof. Dr. Muhadjir Effendi yang sekarang sebagai Menko Pemberdayaan manusia dan kebudayaan, sebelumnya Menteri Pendidikan dan Keudayaan, adalah salah seorang kader dan anak didiknya.
Dengan kepergian beliau warga Muhammadiyah tentu saja akan merasakan kehilangan karena beliau selama ini telah menjadi pemberi inspirasi bagi generasi dibawahnya dan tempat untuk bertanya agar juga bisa berbuat serupa dengan yang telah beliau lakukan.
Saya berani berkata bahwa sebagian besar dari pendiri dan pengelola perguruan tinggi di lingkungan muhammadiyah adalah banyak terinspirasi oleh karya agung dari beliau berupa Universitas Muhammadiyah Malang yang beliau tinggalkan.
Salah satu pesan beliau yang saya ingat betul, kalau anda mau mengurus dan mau memajukan perguruan tinggi anda maka tekunilah dan uruslah secara bersungguh-sungguh.
Kalimat itu relatif pendek, tetapi punya makna dalam. “Tekunilah”, yang artinya seseorang harus fokus kepada tujuan yang ingin dicapai. Tentu banyak tantangan, rintangan dan godaan, tetapi manakala tujuan belum tercapai, ia tak akan lari atau meninggalkan apa yang diimpikan, apa yang ingin digayuh, itu tercapai.
Kata kedua, “sungguh-sungguh. Maknanya, ada keimanan dan keikhalasan yang tinggi terhadap apa yang akan, dan tengah dikerjakan itu. Banyak orang dapat memulai merintis mendirikan perguruan tingi. Tetapi hanya sedikit orang yang tekun dan bekerja secara sungguh-sungguh mewujudkan ide dasarnya itu.
Dan beliau itu saya lihat sangat tidak suka kepada rektor yang senang berjalan-jalan dan tidak betah di kampus.
Semoga orang yang selama ini saya anggap sebagai kakak dan guru, semua amal ibadah yang telah beliau lakukan akan menjadi pahala bagi beliau dan hal itu semua akan dapat menolong beliau ketika berada di depan pengadilan Tuhan nanti di hari akhir. Semoga Allah Swt, merahmatiNya. Amin.

***@theo

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami