Liputan

Obsesi Revolusi Mike Wiluan dan Sejarah Gresik di ‘GRISSE’

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Mike Wiluan baru tiba ketika waktu makan siang sudah berjalan. Ia, dengan topi khas koboi, headphone ‘nyangkut’ di leher, dan membawa sebotol teh kemasan, tampak sibuk berbincang dengan kru studio miliknya, Infinite Studios di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Sineas berdarah Indonesia yang namanya sudah melanglang buana di panggung internasional itu tengah menggarap salah satu proyek ambisiusnya setelah film ‘Buffalo Boys’ yang akan tayang tak lama lagi. Proyek itu merupakan serial bertajuk GRISSE.

GRISSE merupakan serial yang Mike telah dimulai sejak beberapa bulan lalu, dan sudah dibenak lulusan University of Kent, Inggris, itu sejak bertahun-tahun lalu. Kini, GRISSE sudah mulai proses produksi dan ia juga HBO Asia mengizinkan media mengintip prosesnya.

Bahkan, Mike menunjukkan gambaran GRISSE lebih nyata dari yang pernah ia ungkapkan di depan media di Singapura, November 2017.

GRISSE yang kisahnya terinspirasi oleh sejarah Gresik, Jawa Timur, itu mengisahkan pemberontakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang perempuan.

“Ini waktunya buat perempuan,” kata Mike saat berbincang di sela aktivitasnya di Studio Infinite, Mei 2018. “Kami ingin sesuatu yang empowerment,”

“Cerita ini [juga] menggambarkan momen ketika perempuan merasa kurang dihargai, kurang dianggap penting, mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan bahkan dilecehkan, dan itu terasa normal [bagi sebagian masyarakat],” lanjutnya.

“Dan yang ingin saya lakukan [dalam GRISSE] adalah kapan ketika dia menemukan seseorang yang membuatnya merasa berbeda, melakukan perubahan, dan berdiri bersamanya,” kata Mike.

GRISSE menggambarkan pemberontakan yang dilakukan oleh sekelompok orang di sebuah kota jajahan Belanda pada 1830-an. Sekelompok orang yang terdiri dari berbagai karakter kuat tersebut bersatu atas dasar keinginan mencapai kemerdekaan.

Mike bukan hanya menyatukan orang Indonesia dalam kelompok pemberontak tersebut, tapi juga Tionghoa, Malaysia, hingga Jepang. Mike menyatukan sejumlah karakter lintas bangsa mengingat Gresik dahulu dikenal sebagai pelabuhan dagang internasional di abad ke-15.

Meski kelompok tersebut tampak dipimpin oleh perempuan dan bertemakan sebuah revolusi melawan tirani, namun Mike menyebut hal ini tak ada kaitannya dengan gerakan sosial yang terjadi baru-baru ini.

“Ini tidak ada kaitannya dengan Me Too dan sejenisnya di sosial media, ini tentang masyarakat yang berbeda dalam sebuah kehidupan sejarah, dan mereka amat kuat dan ingin membuat perubahan. [Golongan masyarakat] itu bukan [terjadi] hanya saat ini,” kata Mike Wiluan.

“Akan selalu ada sebuah gerakan dari masyarakat, hal seperti ini selalu terjadi. Selalu ada yang muncul untuk melakukan ini,” lanjutnya.

Mike masih seambisius tentang idenya membangun serial GRISSE, sama seperti ketika berbincang, November lalu di Singapura.

Kala itu, Mike panjang lebar menggambarkan idenya soal GRISSE. Ia memang mengaku belum pernah ke Gresik, namun dirinya tertarik dengan sejarah kota tersebut yang membuatnya melakukan riset besar-besaran.

Mike menyebut ia sudah tak menghitung berapa banyak buku yang sudah ia lahap, memperhatikan detail sejarah hingga kehidupan di masa lalu, menjelajah sejumlah lokasi yang memiliki kesamaan kisah dengan Gresik sebagai kota kolonial, dan kemudian mengembangkan serial ini.

Tak ubahnya seperti film ‘Buffalo Boys’ yang akan tayang tahun ini, serial GRISSE juga pada dasarnya bergenre Western. Namun Mike menyelipkan unsur sejarah Nusantara ke dalamnya.

“Jadi ini berdasarkan sejarah, tapi saya mengembangkannya seperti cerita fantasi, ada banyak elemen kreatif di dalamnya. Karena kami ingin ini amat menghibur,” kata Mike, kala itu.

“Biar anak muda dan juga penonton lainnya bersemangat menonton ini. Saya tak mau terlalu mendikte sejarah Indonesia itu seperti apa dan apa yang mesti dipelajari,” lanjutnya.

“Serial ini juga menunjukkan cara hidup para karakternya, mereka ada banyak ras, Tionghoa, bahkan Jepang, jadi bagaimana sekelompok orang dari berbagai latar belakang ini bekerja bersama, berjuang bersama, untuk mendapatkan kemerdekaan,” kata Mike.

Mike merekrut sejumlah aktor dan aktris dari berbagai negara untuk serial yang rencananya tayang akhir 2018 ini di saluran HBO.

Dari Indonesia, Mike menggandeng antara lain Adinia Wirasti, Marthino Lio, Jamie Aditya, Alexandra Gottardo, Zack Lee, Edward Akbar, dan Ully Triani.

Mike juga menggandeng aktor dari Malaysia seperti Joanne Kam dan Hossan Leong, Toshiji Takeshima dari Jepang, dan Jimmy T dari Amerika Serikat.

“Indonesia dahulu banyak genre seperti ini dan anak mudanya mesti dikenalkan kembali, mesti diciptakan kembali. Saya harap tugas saya di sini adalah menyiapkan serial yang bisa banyak disukai,” kata Mike Wiluan.

“Ini kaya akan karakter, mereka unik, dan karakternya pasti banyak yang suka dan tidak.” lanjutnya sembari tersenyum. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami