Wanprestasi

Oceanair Indonesia Tidak Kooperatif Dalam Dugaan Wanprestasi

BTN iklan

Jakarta, LEI -PT Global Gunung Mas Jaya menilai PT Oceanair Indonesia tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan perkara dugaan wanprestasi atau cedera janji di antara kedua perusahaan tersebut.

Kuasa Hukum Global Gunung Mas Jaya Galatia Manahan dari Kantor Hukum Siahaan, Tobing dan Partners mengatakan, persidangan berjalan lamban karena pihak lawan tidak kooperatif.

Padahal, lanjutnya, perkara tersebut telah didaftarkan oleh pihaknya sejak 21 Juli 2017. Namun, hingga saat ini persidangan baru berjalan dua kali.

Dia menjelaskan tiga panggilan patut yang dilayangkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun tidak diindahkan. Setelah dilakukan panggilan koran, baru lah kemudian pihak Oceanair datang ke pengadilan.

“Pas itu saja datangnya. Di situ kami mediasi tetapi tidak tercapai kesepakatan. Sekarang tidak datang lagi,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (15/1).

Galatia melanjutkan, asumsi tidak adanya itikad baik muncul sejak sebelum kasus itu dibawa ke ranah hukum. Pihaknya sempat mengajak Oceanair untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan. Namun, ajakan itu tidak disambut baik.

Perwakilan Oceanair, lanjutnya, tidak serius ketika diajak bertemu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Padahal, pihaknya sudah menawarkan solusi dengan menurunkan besaran kewajiban yang harus diselesaikan oleh pihak lawan.

Kewajiban itu merupakan pembayaran atas jasa pengangkutan kendaraan yang telah dilakukan oleh Global Gunung Mas pada 2015 dan belum diselesaikan hingga saat ini.

Untuk diketahui, PT Global Gunung Mas Jaya menggugat PT Oceanair Indonesia dalam dugaan wanprestasi atau cedera janji.

Perkara yang didaftarkan dengan nomor registrasi No. 445/Pdt.G/2017/PN JKT.SEL itu memiliki beberapa poin gugatan.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, gugatan yang diajukan oleh Global Gunung Mas terhadap lawannya adalah soal utang sebesar Rp566,48 juta.

Utang itu merupakan kewajiban lawan untuk membayar jasa pengangkutan kendaraan yang telah dilakukan oleh Global Gunung Mas pada 2015 dan belum diselesaikan hingga saat ini.

“Menghukum tergugat untuk membayar utang kepada penggugat sebesar Rp566,48 juta” bunyi petitum tersebut.

Gunung Mas juga meminta pengadilan untuk menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas harta kekayaan termasuk, tetapi terbatas pada saham, benda bergerak dan/atau benda tidak bergerak milik tergugat.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. PT Global Gunung Mas Jaya menggugat PT Oceanair Indonesia dalam dugaan wanprestasi atau cedera janji.
    hal ini merupakan pembayaran atas jasa pengangkutan kendaraan yang telah dilakukan oleh Global Gunung Mas pada 2015 dan belum diselesaikan hingga saat ini, Utang itu merupakan kewajiban lawan untuk membayar jasa pengangkutan kendaraan yang telah dilakukan oleh Global Gunung Mas pada 2015 dan belum diselesaikan hingga saat ini sebesar Rp566,48 juta.
    Gunung Mas juga meminta pengadilan untuk menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas harta kekayaan termasuk, tetapi terbatas pada saham, benda bergerak dan/atau benda tidak bergerak milik tergugat.

    berdasarkan kronologi ketika orang/badan hukum melakukan suatu perjanjian secara tertulis dan di mana perjanjian tersebut tidak di jalankan secara baik dan benar berdasarkan perjanjian tersebut yang telah di sepakati maka cukup kiranya untuk di katakan sebagai suatu perbuatan wanprestasi sebagaimana yang telah di jelaskan pada dasar hukum KuhPer pasal 1320 “Untuk sahnya suatu perjanjian di perlukan empat syarat yaitu :Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya,Kecakapan untuk membuat suatu perikatan,Suatu hal tertentu,Suatu sebab yang halal” ; Bahwa ketika ke empat hal sebagaimana yang telah di jelaskan pada pasal 1320 KuhPer tersebut maka perjanjian telah di katakana sah menurut hukum
    Bila seseorang dinyatakan wanprestasi maka ada beberapa akibat hukum yang muncul yaitu:
    1. Debitur diharuskan membayar ganti rugi Dasar hukumnya Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer),
    2. Kreditur dapat minta pemenuhan perjanjian, atau pemenuhan perjanjian disertai ganti rugi dan pembatalan perjanjian dengan ganti rugi.
    Dasar hukumnya Pasal 1267 KUHPerdata.

    dalam hal ini PT Global Gunung Mas Jaya meminta pengadilan untuk mengkum tergugat PT Oceanair Indonesia untuk membayar utang kepada penggugat sebesar Rp566,48 juta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami