EkonomiLiputan

OJK NTB Masukan Penyandang Disabilitas Prioritas Edukasi

BTN iklan

Mataram, 25/1 (Antara) – Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat memasukkan kalangan penyandang disabilitas sebagai salah satu dari 10 segmen prioritas yang harus diedukasi tentang produk dan layanan keuangan.

“Pengetahuan mengenai produk dan layanan keuangan penting bagi setiap orang, tanpa terkecuali siswa SLB,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) Farid Faletehan, ketika memberikan sosialisasi di Mataram, Kamis.

Penyandang disabilitas, kata dia, masuk dalam 10 segmen prioritas edukasi keuangan oleh OJK, sesuai Revisit Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI).

Pemahaman yang diberikan kepada penyandang disabilitas tidak hanya mengenai industri jasa keuangan, tetapi juga mengenai produk-produk investasi.

Dalam memberikan edukasi, lanjut Farid, pihaknya melibatkan sejumlah lembaga keuangan, baik milik pemerintah maupun swasta untuk memberikan edukasi terkait dengan jasa atau produk yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Itu sudah kami lakukan pada saat memberikan edukasi kepada siswa tunanetra Sekolah Luar Biasa A YPTN Selagalas, Kota Mataram. Kami melibatkan Bursa Efek Indonesia Perwakilan NTB, pegadaian dan perusahaan asuransi,” ujarnya.

Farid berharap dengan mengetahui ragam produk keuangan dan investasi resmi yang terdaftar dan diawasi oleh otoritas, para penyandang disabilitas bisa memahami tentang produk keuangan yang terbaik sesuai profil diri masing-masing.

Edukasi terhadap penyandang disabilitas juga diharapkan bisa meningkatkan indeks literasi keuangan di NTB, yang masih berkisar 21,45 persen atau terendah kedua di Indonesia setelah Papua Barat sebesar 19,27 persen.

Begitu juga dengan indeks inklusi keuangan masyarakat NTB sesuai hasil survei OJK pada 2016 sebesar 63,27 persen atau masih berada di posisi 25 dari 34 provinsi.

“Memang indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTB tergolong rendah. Dan kami terus berupaya untuk meningkatkannya bekerja sama dengan industri jasa keuangan,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami