Hukum

Orang Kepercayaan Patrialis Divonis 7 Tahun Penjara

BTN iklan

Jakarta, LEI – Kamaludin, orang kepercayaan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar, diganjar 7 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap secara bersama-sama dengan Patrialis.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” kata Ketua Majelis Hakim, Nawawi Pamulango, membacakan amar putusang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/9/2017).

Selain itu, majelis juga menghukum Kamaludin membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti US$ 40.000. Sedangkan US$ 10.000 harus diganti Patrialis karena menggunakan uang tersebut.

Jika Kamaludin tidak membayar uang pengganti US$ 40.000 sebulan setelah putusan perkaranya berkekuatan hukum tetap (inkracht), maka harta kekayaannya akan disita dan dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut. Sedangkan kalau harta bendanya itu tidak mencukupi, maka dipidana penjara selama 6 bulan.

Menurut majelis, Kamaludin terbukti menerima suap sejumlah US$ 50.000 dan Rp 4 juta bersama-sama dengan Patrialis Akbar dari bos perushaan importir daging, Basuki Hariman dan anak buahnya Ng Fenny.

Suap tersebut diberikan agar Kamaludin dan Patrialis membantu penanganan putusan perkara Nomor 129/PUU-XII/2015 terkait uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

Perbuatan Kamaludin terbukti melanggar Pasal 12 huruf c juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan Kamaludin tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi serta berperan aktif mendekati Patrialis sehingga terjadi tindak pidana.

Adapun hal meringankannya, Kamaludin berlaku sopan di persidangan, menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum, berterus terang mengakui perbuatannya, dan masih mempunyai tanggungan keluarga.

Vonis atau hukuman yang dijatuhkan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut Kamaludin dihukum 8 tahun penjara, membayar denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti sejumlah US$ 40.000.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami