BTN ads
InternasionalLiputan

Palestina Kecam Perubahan Aturan Mengenai Perempuan

PALESTINA (LEI)-Rakyat Palestina pada Kamis (8/3) mengatakan perubahan baru-baru ini pada peraturan mengenai perempuan sebelum Hari Perempuan Internasional tidak memenuhi aspirasi mereka sebab perubahan itu gagal menangani hak dasar perempuan.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah pada Senin (5/3) mengumumkan serangkaian perubahan peraturan yang akan memungkinkan perempuan Palestina mengajukan permohonan paspor, membuka rekening bank yang sebelumnya hanya dinikmati oleh kaum pria.

Ia juga mengajukan perubahan peraturan yang menunggu persetujuan Presiden Mahmoud Abbas guna mengakhiri pengurangan hukuman atas mereka yang didakwa melakukan pembunuhan kehormatan terhadap perempuan.

Amal Ghdban, wanita pengusaha Paletina yang berusia 54 tahun dan pegiat kepentingan masyarakat, mengatakan Hari Perempuan Internasional mengingatkan diri mengenai jutaan perempuan yang bekerja di seluruh dunia guna memperjuangkan kesetaraan, keadilan sosial dan martabat. Tapi kenyataannya di Palestina keadaannya masih jauh dari harapan kaum perempuan.

Amal Ghadban menggambarkan perubahan peraturan baru tersebut sebagai “langkah di arah yang benar”, tapi ia tetap berpendapat bahwa jurang pemisah dalam kerangka kerja hukum masih ada kendati kaum feminis telah berupaya selama beberapa dasawarsa belakangan.

Menurut data terkini dari Biro Pusat Statistik Palestina, perempuan berjumlah 49,2 persen dari masyarakat Palestina. Namun keterwakilan perempuan dalam kehidupan masyarakat rendah dan mereka masih berjuang untuk memperoleh hak sipil, sosial, ekonomi serta politik.

Ashraf Abu Al-Hayya, Penasehat Hukum di organisasi hak asasi manusia Al-Haq, juga mengecam perubahan baru tersebut sebab “tak ada yang bisa dibanggakan dalam mengizinkan perempuan memperoleh hak dasar semacam itu hari ini”.

Ia mendesak pemerintah melakukan “tindakan berani” ke arah hak perempuan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close