FinansialInternasional

Palestina Sangat Prihatin dengan Dihentikanya Bantuan Internasional Untuk Unrwa

BTN iklan

Kota Gaza, 6/1 (Antara/Xinhua-OANA) – Palestina pada Jumat (5/1) menyampaikan keprihatinan yang mendalam sehubungan dengan dihentikannya sumbangan dan bantuan internasional yang menjadi andalan PBB untuk  Lembaga Pekerjaan dan Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Timur Jauh (UNRWA).

Jamal Al-Khudari, Ketua Komite Rakyat Palestina untuk Mengalahkan Pengepungan mengatakan di dalam siaran yang dikirim lewat surel bahwa penghentian sumbangan dan bantuan internasional untuk UNRWA akan mengancam nyawa 75 persen pengungsi Palestina.

“Lebih dari satu juta pengungsi Palestina di Jalur Gaza hidup dari bantuan kemanusiaan yang disediakan oleh UNRWA. Jadi penghentian bantuan akan membahayakan nyawa mereka dan akan berarti bencana kemanusiaan sesungguhnya,” kata Al-Khudari, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Pernyataan Al-Khudari dikeluarkan setelah Amerika Serikat mengancam bahwa negara tersebut akan menghentikan bantuan keuangannya untuk UNRWA jika Palestina menahan diri dari kembali ke meja perundingan dengan Israel.

Anggota Parlemen Palestina itu menyeru AS agar menyesali ancamannya, dan memperingatkan, “Ini akan menempatkan pengungsi dan kamp pengungsi Palestina dalam kondisi bencana.”Para pemimpin Palestina telah berulangkali mengumumkan AS bukan lagi penaja bagi proses perdamaian Timur Tengah, sebagai protes atas pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa Jerusalem adalah Ibu Kota Israel dan memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Beberapa laporan sebelumnya mengatakan AS mengancam akan berhenti membayar sumbangan keuangan untuk UNRWA jika Palestina terus menolak berunding dengan Israel.

AS setiap tahun menyumbang 364 juta dolar AS untuk UNRWA, yang didirikan pada 1949 dan menyediakan bantuan serta layanan kemanusiaan untuk sebanyak lima juta pengungsi yang tinggal di Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza, Jordania, Suriah dan Lebanon.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami