Politik

PAN Laporkan Warga Karena Lontarkan Ujaran Kebencian

BTN iklan

Sampang, 4/1 (Antara) – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sampang, Jawa Timur, melaporkan seorang warga ke kepolisian setempat, karena telah melontarkan ujaran kebencian di media sosial kepada partai berlambang matahari tersebut.

Ketua DPD PAN Sampang Moh Yanto di Mapolres Sampang, Rabu (3/1) malam, mengatakan pihaknya terpaksa melaporkan warga itu ke Mapolres Sampang, karena komentar yang disampaikannya merugikan PAN secara kelembagaan.

“Warga yang kami laporkan ini, karena telah menyatakan bahwa PAN merupakan partai komunis dan bagi kami pernyataan itu mencemarkan nama baik dan bahkan berpotensi menghasut orang lain untuk membenci PAN,” katanya.

Yanto menjelaskan, kasus ujaran kebencian yang dilakukan warga berinisial YZ itu di jejaring sosial WhatsApp.

Kalimat yang dipersoalkan Ketua PAN Moh Yanto dalam laporannya ke polisi dengan nomor STTPL/B/294/I/2018/Polres tertanggal 3 Januari 2017 itu adalah pernyataan “Hati-hati dengan Pak yanto ketua PARTAI PAN karena visi politiknya pak Yanto seperti PKI”.

“Sebelum melaporkan ke Mapolres Sampang ini, kami meminta yang bersangkutan agar mencabut pernyataannya, namun yang bersangkutan tidak memiliki niat baik,” kata Yanto.

“Malah komentar YZ mempersilahkan kami melapor ke polisi,” katanya menambahkan.

Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan adanya laporan ujaran kebencian di jejaring sosial itu.

“Memang benar ada laporan dari pengurus PAN Sampang dan kami masih akan melakukan kajian internal terlebih dahulu terkait laporan dimaksud,” kata Hery.

Ia memastikan akan menindaklanjuti laporan itu dengan memeriksa para pihak yang terlibat dalam kasus itu yakni pelapor dan terlapor.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Sampang Moh Yanto datang ke Mapolres Sampang bersama Sekretaris Nasafi dan sejumlah staf DPD PAN Sampang lainnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close