Politik

Pancasila Sebagai Dasar Negara Harus Direvitalisasi

BTN iklan

Purwokerto, LEI- Urgensi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus direvitalisasi, kata anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Prof John Pieris.

“Karena menurut pendapat saya, terjadi distorsi ideologis yang luar biasa. Distorsi ideologis terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa itu nyata-nyata kehidupan dalam berbangsa dan bernegara,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

John mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela kegiatan “Focus Group Discussion (FGD) Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia” yang digelar MPR RI bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di Hotel Java Heritage, Purwokerto.

Menurut dia, distorsi ideologis itu terlihat dari maraknya kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga tetapi juga kekerasan terhadap negara, kekerasan dalam parlemen, dan kekerasan terhadap pemerintahan.

“Apa artinya itu semua? Saya kira para pejabat negara, anggota masyarakat, tidak mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila itu dengan baik. Jangan salahkan Pancasila, ‘wong’ kitab suci saja dilanggar, apalagi Pancasila,” kata Ketua Kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di MPR RI itu.

Akan tetapi, kata dia, dapat dibayangkan kalau tanpa kitab suci dan tanpa Pancasila, mau jadi apa Indonesia.

“Jadi yang paling penting selain revitalisasi nilai-nilai Pancasila adalah implementasinya. Semua pejabat negara, pejabat daerah itu harus memberikan contoh yang baik, teladan yang baik, untuk bagaimana melaksanakan lima sila itu dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” kata pakar Hukum Tata Negara itu.

Ia mengharapkan agar jangan lagi ada isu-isu SARA, jangan lagi ada media sosial yang mencoba memengaruhi opini masyarakat yang cenderung memecah belah bangsa, dan jangan lagi ada ideologi alternatif yang meruntuhkan keutuhan bangsa.

Saat ditemui wartawan usai menjadi pembicara kunci dalam FDG yang digelar MPR RI dan Unsoed Purwokerto tersebut, anggota DPD RI Bambang Sadono mengatakan pihaknya ingin mendapatkan masukkan mengenai bagaimana memposisikan Pancasila dengan baik di dalam UUD.

“Karena perumusan di dalam undang-undang dasar ini akan menjadi kunci untuk perumusan dalam semua regulasi yang ada di Indonesia. Kita sekarang sudah mulai mengalami kesulitan di mana pemerintah menyikapi yang dikatakan ormas anti-Pancasila,” katanya.

Sebagai negara hukum, kata dia, tidak bisa secara politik terus membubarkan atau menganggap organisasi kemasyarakatan (ormas) bertentangan dengan Pancasila itu sebagai bentuk yang bisa dipidana kalau tidak merumuskannya di dalam undang-undang.

Oleh karena itu, lanjut dia, agar undang-undangnya kuat, undang-undang dasarnya harus tegas.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close