Liputan

Pandemic Covid 19 Meningkatkan Kepekaan Sosial

BTN iklan

Jakarta, 24/4 LEI – Saat pandemik covid 19 mengguncang dunia, termasuk Indonesia,  sebagai umat Muslim wajib mensegerakan membantu sanak saudaranya, tetangganya atau umat lainnya, untuk berbagi, beramal jariah.

“Pandemic Covid 19 ini, sebaiknya jangan hanya  dilihat dari sisi negatifnya, sebagai wabah yang mematikan, tetapi juga ada sisi positif yakni dapat mendorong meningkatan kepekaan sosial kepada angota masyarakat lainnya,” kata Dr. Cand. Theo Yusuf Ms dalam kutbah Idul Fitri 144 H di Jakarta, Minggu.

Banyak hal yang perlu dilakukan, misalya  jika kita mempunyai tabungan lebih, makanan lebih, mempunyai obat-obatan dan mempunyai kemampuan untuk membuat alat pelindung diri (APD), maka bersegeralah berbuat, karena takut wabahnya segera hilang, takut sanak saudara kita mendahului kita. Maka kita akan kehilangan kesempatan berbuat baik karena situasi telah berlalu.

Begitu pula dengan niat kita mau bersedekah, segera lakukan, karena bersedekah itu tidak harus menunggu  menjadi orang kaya, dan berkecukupan, namun apa yang kita punya dan dapat disedekahkan, lakukakanlah dengan segera karena usia atau umur tidak ada yang mengetahui, katanya.

Umat Islam juga dianjurkan mensegerakan membayar utangnya. Rasullulah SAW, tidak mau menshalatkan jenazah orang meninggal yang masih punya utang kepada saudara lainnya. Oleh karenanya, jika ada saudara yang meninggal jangan sampai membiarkan utang dibawa mati, karena hal itu surga dapat menolaknya atau jauh dari rahmat Allah.

Theo Yusuf yang mengisi kotbah di majelis Taklim Alfikri,  Depok, dengan imam shalat Prof. Dr. Kholil, ia juga menyampaikan, salah satu ciri orang saleh antara lain, menyuruh orang berbuat baik, mencegah kemungkaran di sekitarnya, dan melakukan  kebajikan dengan segera. Hal itu sebagaimana dinukilkan Allah dalam surat Alimron ayat 114.

Wabah seperti ini, katanya, sejak jaman sahabat Umar ib Khatab, pernah terjadi, namun umat di masa silam dengan adanya “tha-un” atau wabah, justru meningkatkan kontemplasinya, meningkatkan doa dan ibadah sosialnya lebih tinggi. Hal sama seyogianya umat Islam Indonesia harus dapat memaknai wabah ini ujian yang segera akan berakhir, Oleh karenanya, saanya meningkatkan ibadah sosial dan meningkatkan kepekaan diri terhadap sesama umat manusia.

Senada itu, Prof. Dr. Kholil  menambahkan,    Ramadha saat ini beda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dalam menjalankan aktifitas idul fitri, 1441 h, dilakukan lebih simpel dan hikmat tanpa mengurangi rukun dan maknanya.

Dikatakan, pandemic 19 ini dapat menjadikan situasi new norm, atau peradaban baru dimana saat ini banyak anggota masyarakat belum terbiasa menggunakan perangkat lunak baik dalam belajar maupun berinteraksi sesama saudara. “Saat ini hal itu sudah sering dilakukan dengan menggunakan media “zoom” atau mendekatkan diri tanpa bersentuhan.

Kholil yang juga rektor Univ Sahid Jakarta terus mengingatkan masyarakat agar patuhi protokol kesehatan dari WHO, Pemerintah Pusat dan daerah. Intinya jika kita ingin wabah covid tak berkembang, jangan lupa cuci tangan, pakai masker dan kurangi aktifitas keluar rumah.

“ Wabah covid 19 tak akan  berkembang secara masif  di Indonesia utamanya Jakarta dan sekitarnya jika kita disiplin hidup sehat dan tidak keluar rumah tanpa urusan penting,” katanya.

 ***dew

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami