Hukum

Panitera PN Jaksel Mengaku Dititipi Rp 10 Juta Upah Titip Pesan ke Hakim

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, I Gede Ngurah Arya Winaya mengaku pernah mendapat titipan amplop berisi uang senilai Rp 10 juta dari Ramadhan, panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ia menganggap uang itu diberikan sebagai ‘jasa’ titip pesan ke hakim.

Gede menjelaskan awal mula ia kenal Ramadhan karena sebelumnya yang bersangkutan bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Setelah Ramadhan dipindah ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Gede mengaku tidak ada komunikasi lebih lanjut dengannya.

Pada pertengahan 2018, saat bulan puasa, Gede mengatakan ada undangan buka puasa dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur kepada pengadilan tempat dia bekerja. Staf dan pegawai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemudian memenuhi undangan itu.

Gede merinci, setibanya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur ia didekati Ramadhan dan menitip pesan untuk disampaikan kepada dua hakim, Iswahyu dan Irwan.

“Dia minta tolong sampaikan ke Pak Iswahyu dan Pak Irwan. Saya bilang (kepada Ramadhan) sudah sebagai mantan selatan tapi karena (Ramadhan) mendesak akhirnya saya sampaikan ke Pak Iswahyu,” kata Gede di Pengadilan Tipikor Jakarta saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk dua mantan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan, sebagai terdakwa penerima suap, Kamis (9/5/2019).

“Apakah disampaikan minta tolong apa?” tanya jaksa.

“Minta tolong masalah perkara itu. Minta tolong dibantu,” jawab Gede.

Perkara yang dimaksud Gede adalah perkara gugatan perdata No 262/Pdt.G/2018 PN JKT.SEL dengan penggugat pemilik PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Isrullah Achmad dan direktur PT CLM Martin P Silitonga terhadap PT Asia Pacific Mining Resources (APMR).

Jaksa kemudian menanyakan reaksi hakim saat mendapat pesan dari Ramadhan.

“Katanya ya nanti lah,” ujar Gede menirukan pernyataan Iswahyu.

Usai menyampaikan pesan tersebut, Gede mengaku tak tahu menahu lagi kelanjutannya.

Hingga beberapa waktu kemudian Desi, istri Ramadhan, ke ruangan Gede dan menaruh amplop. Pesan Desi kepadanya adalah titipan dari sang suami.

Saat itu, Gede mengaku tak langsung mengonfirmasi alasan amplop tersebut kepada Desi. Hingga ia membuka amplop berisikan uang segera diserahkan ke staf untuk segera diserahkan ke personalia.

“Saat saya buka isinya uang. Ya sudah saya kasih ke staf di depan untuk dikasih ke personalia,” ujar Gede.

“Berapa jumlahnya?” tanya jaksa.

“Rp 10 juta,” jawabnya. [Liputan6]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami