Liputan

Para Pelajar Indonesia di Taiwan Aman dari Corona

BTN iklan

    Jakarta, 123 (LEI), – Para pelajar dan tenaga kerja dari Indonesia yang berada di Taiwan hingga saat ini berada pada posisi aman dari merebaknya virus corona, covid 19, karena pemerintah Tiawan mempunyai standar yang cukup tinggi terhadap pencegehannya.

Masker adalah benda kecil, tetapi merupakan bahan preventif yang  diperlukan bagi publik dalam menghadapi epidemi virus corona.    Pemerintah Taiwan telah mengambil langkah-langkah seperti “Membuka Arus Masuk dan Menghemat Arus Keluar” untuk memberikan rasa aman kepada rakyat Taiwan.

Lebih dari 300.000 orang Indonesia dan orang asing lainnya yang tinggal secara legal di Taiwan, juga dapat menikmati hak yang sama seperti warga Taiwan lainnya untuk membeli masker dengan menggunakan kartu asuransi kesehatan nasional dan kartu izin tinggal mereka, sehingga hingga kini masih berada pada posis aman, demikian sumber dari Taipei Economic and Trade Office (TETO), di terima LEI, pekan ini. 

Melalui keunggulan medis dan kekuatan teknologi yang dimiliki,  Taiwan juga  bersedia berbagi pengalaman pencegahan epidemi yang berharga dengan seluruh negara di dunia, termasuk dengan Indonesia. Pemerintah Taiwan telah memulai pencegahan epidemi sejak dini, mendahului Jepang, Korea Selatan, dan Eropa.

Taiwan secara tegas mengadopsi langkah-langkah pencegahan radang paru-paru Wuhan pada 31 Desember tahun lalu. Setelah epidemi di China berangsur-angsur semakin merebak, Taiwan mendirikan pusat komando epidemi pada tgl 20 Januari untuk menangani upaya pencegahan epidemi nasional.  Pemerintah Taiwan telah lama mengakui bahayanya virus corona, dan mengupayakan berbagai langkah anti-epidemi sejak awal. Ini merupakan kunci penting keberhasilan pencegahan epidemi di Taiwan.

Dengan pengalaman memerangi SARS pada tahun 2003, pemerintah Taiwan menyadari bahwa masker akan menjadi salah satu benda anti-epidemi yang diincar oleh masyarakat. Apalagi ditambah dengan masker yang diproduksi oleh Taiwan yang jumlahnya sangat terbatas. Dimana lebih dari 80% masker di impor dari luar negeri setiap tahun.  Untuk “menghemat arus keluar “, pada 24 Januari pemerintah Taiwan mengumumkan untuk sementara waktu melarang masker medis di ekspor ke luar negeri.

    Selain itu,  Taiwan juga memutuskan untuk berinvestasi sekitar NT $ 200 juta (sekitar Rp. 95 milyar) pada tahun ini  khususnya untuk meningkatkan produk masker. Dengan begitu, diharapkan dapat menambah 60 jalur produksi masker dalam waktu yang singkat.  Akibatnya, lusinan produsen mesin dan teknologi besar Taiwan secara aktif merespons kebijakan pemerintah, dan menyediakan sumber daya manusia secara sukarela dan material secara gratis untuk membentuk tim masker nasional untuk bersama-sama membangun jalur produksi masker tambahan, kata sumber itu.

*****dew**

 

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami