InternasionalNasional

Pascapidato Trump, Kemlu: Hubungan AS-Indonesia Tak Terpengaruh

BTN iklan

JAKARTA,Lei  – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuat pernyataan kontroversial setelah menyebut dengan menyebut negara-negara yang mengambil suara menentang langkah AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagai “musuh”. Hal itu tersirat dalam pidato kenegaraan (state of the union) pertama Trump sebagai Presiden AS.

“Puluhan negara mengambil suara di Majelis Umum PBB melawan hak kedaulatan AS untuk membuat pengakuan ini,” seru Trump. Dia merujuk keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang ditentang 128 negara di Majelis Umum PBB.

”Pembayar pajak Amerika dengan murah hati mengirim uang bantuan miliaran dolar ke negara yang sama setiap tahun. Karena itulah, malam ini, saya meminta Kongres untuk mengeluarkan undang-undang untuk membantu memastikan dolar bantuan luar negeri Amerika selalu melayani kepentingan AS, dan hanya tertuju ke teman-teman AS,” lanjutnya. Namun, kemudian Trump melanjutkan dengan kalimat, “Bukan musuh AS.”

Dengan kalimat itu, Sang Presiden secara tersirat menyebut 128 negara yang menolak pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagai musuh.

Menanggapi pidato tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, AS dan Indonesia telah saling mengetahui posisi masing-masing mengenai isu Palestina. Dia yakin hal itu tidak berdampak pada hubungan Washington dengan Jakarta.

“Posisi Indonesia terkait masalah Palestina dan Kemerdekaan Palestinatidak pernah berubah. AS pun sudah tahu posisi kita,” kata Arrmanatha dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Kamis (1/2/2018)

“Apa pun pernyataan yang mereka sampaikan mereka sudah mengerti dan jelas soal posisi kita,” tambahnya.

Lebih lanjut Tata, sapaan akrab Arrmanatha, mengatakan, hubungan Indonesia dengan AS tidak terpengaruh isu Palestina. Hal itu terlihat dari kunjungan beberapa pejabat tinggi AS ke Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

“Sebagai contoh pada awal tahun Menlu AS berkomunikasi dengan Bu Menlu. Selain mengucapkan selamat tahun baru, mereka juga membicarakan berbagai isu termasuk Palestina. Saat itu Bu Menlu kembali meminta AS mempertimbangkan keputusannya memotong kontribusi terhadap UNRWA,” jelas Tata. UNRWA adalah lembaga PBB yang menangani bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.

Selain itu, ada juga kunjungan dari Menteri Pertahanan AS, James Mattis dan pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS ke Jakarta bulan lalu.

“Itulah konteks hubungan Indonesia dengan AS. Semua interaksi tersebut terjadi setelah kita menyampaikan posisi kita mengenai Yerusalem, setelah adanya voting di Mejelis Umum PBB,” tutupnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami