BTN iklan
Internasional

Pasukan AL Korsel-AS Unjuk Kekuatan ke Korut

JAKARTA, (LEI) – Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) kembali menggelar latihan bersama. Tapi latihan ini bertujuan untuk mengintimidasi Korea Utara (Korut). Latihan gabungan yang digelar di wilayah perairan timur dan barat Semenanjung Korea itu melibatkan kapal induk USS Ronald Reagan.

Tak hanya itu, sejumlah kapal perang, pesawat anti-kapal selam dan pesawat siluman AS juga bergabung dalam latihan. Latihan gabungan kedua negara yang bersekutu kembali di respons dingin oleh Korut. Melalui kantor berita lokal, KCNA, negara tertutup itu menyebut latihan tersebut sebagai “tindakan sembrono” demikian sebagaimana dilansir dari Strait Times, Selasa (17/10).

Tapi China, menanggapi latihan bersama AS-Korsel dengan hati-hati. Sebagaimana diketahui, Negeri Tirai Bambu juga mendapatkan tekanan dari dunia internasional terutama AS untuk menekan negara yang dipimpin Kim Jong-un itu guna menghentikan program nuklirnya.

Melalui Kementerian Luar (Kemenlu) Negeri, Pemerintah China meminta dan mendesak semua pihak untuk menahan diri. “Ketegangan yang terus meningkat di Semenanjung Korea tidak akan menguntungkan siapa pun. Akan lebih baik semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan bekerjasama untuk mengurangi ketegangan situasi saat ini serta berkosentrasi menggelar dialog,” tulis pernyataan resmi Kemenlu China.

Ketegangan di Semenanjung terus meningkat dalam beberapa bulan belakangan ini semenjak Korut menolak untuk membatalkan program nuklirnya. Ketegangan antara AS-Korsel dan Korut ini telah menarik perhatian dunia internasional termasuk Rusia.

Negeri Beruang Merah itu bahkan menyatakan, bersedia untuk menjadi perantara dialog denuklirisasi AS-Korsel dan Korut. Rusia menyiapkan sejumlah pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat Korut. Mereka memposisikan diri sebagai perantara untuk negosiasi dalam upaya memperbaiki hubungan yang tegang tersebut.

Juru Bicara Majelis Tinggi Rusia, Valentina Matviyenko, bertemu secara terpisah dengan perwakilan Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada Senin 16 Oktober di sela-sela sebuah pertemuan internasional di St. Petersburg. Matviyenko meminta dialog langsung antara kedua Korea, namun Pyongyang sayangnya menolak gagasan tersebut dalam demonstrasi latihan militer gabungan AS-Korsel. [okezone]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close