Hukum

Patrialis Akbar Dihukum 8 Tahun Penjara

BTN iklan

Jakarta, LEI – Patrialis Akbar dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta karena dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” kata Ketua Majelis Hakim, Nawawi Pamulango, membacakan amar putusang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/9/2017).

Selain itu, majelis juga menghukum mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan dan uang pengganti US$ 10.000 dan Rp 4.043.000 atau sejumlah uang suap yang diterimanya.

Majelis menyatakan Patrialis Akbar saat menjadi Hakim MK menerima suap sejumlah US$ 50.000 dan Rp 4.043.000 secara bersama-sama dengan orang dekatnya bernama Kamaludin.

Patrialis menerima suap sejumlah tersebut dari bos perusahaan importir daging Basuki Hariman dan anak buahnya Ng Fenny agar membantu penanganan putusan perkara Nomor 129/PUU-XII/2015 terkait uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang disidangkan MK.

Menurut majelis, perbuatan Patrilis itu terbukti melanggar Pasal 12 huruf c juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Adapun hal memberatkan yang menjadi pertimbangan majelis dalam menjatuhkan hukuman, yakni perbuatan terdakwa Patrialis tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan menciderai lembaga MK.

Hukuman yang dijatuhkan pengadilan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta Patrialis dihukum 12,5 tahun penjara, denda Rp 5 juta subsider 6 bulan kurungan, serta uang pengganti sejumlah US$ 10.000 dan Rp 4.043.195.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami