NasionalTekno

PayPro Siapkan Gelang untuk Transaksi Nontunai

BTN iklan

Lei-Layanan dompet elektronik PayPro akan ikut berpartisipasi dalam gelaran Saga Music Festival 2017 yang digelar di Bali tanggal 28-29 Desember 2017. Pada kegiatan tersebut, PayPro akan melakukan sosialisasi mengenai Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) guna mendorong masyarakat mengubah pola bertransaksi dari tunai menjadi nontunai.

Menurut Chief Financial Officer PayPro, David Santoso, sosialisasi itu dilakukan dengan mewajibkan semua pengunjung memakai gelang jika ingin melakukan transaksi di area Saga Music Festival 2017. PayPro juga menyediakan booth untuk mengisi ulang saldo pada gelang tersebut.

Pengguna menunjukkan gelang untuk pembayaran non tunai yang disediakan PayPro

“Apabila terdapat sisa saldo di gelang tersebut, pengunjung hanya perlu mengunduh aplikasi PayPro melalui Google Play Store ataupun Apple App Store. Saldo dari gelang otomatis akan pindah ke aplikasi PayPro,” ujar David.

David menuturkan tantangan terbesar dalam industri financial technology(fintech), khususnya dalam industri pembayaran digital, adalah mengubah kebiasaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, yaitu mengubah transaksi tunai menjadi transaksi nontunai. “Kali ini kami akan menyasar pengunjung Saga Music Festival dengan target dihadiri sebanyak delapan puluh ribu pengunjung,” ucapnya.

Sementara itu, Public Relation Manager PayPro, Andy M. Saladin, membenarkan bahwa tujuan pihaknya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut juga untuk menyosialisasikan PayPro. Melalui kegiatan ini, pihaknya juga menargetkan minimal sepuluh ribu pengguna baru.

Strategi bangun ekosistem

Andy menjelaskan bahwa pihaknya memiliki beberapa strategi dalam membangun ekosistem PayPro sekaligus bersaing dengan penyedia layanan dompet elektronik lainnya. Di Indonesia sendiri, ada beberapa layanan dompet elektronik seperti DOKU, GO-PAY, Uangku, Sakuku, hingga UnikQu.

DOKU belum lama ini menjalankan beberapa program untuk membangun ekosistem pengguna mereka, sedangkan GO-JEK telah mengakuisisi tiga perusahaan fintech. PayPro sendiri melakukan beberapa langkah guna membangun ekosistemnya, antara lain:

  • Berpartisipasi dalam kegiatan offline, termasuk menjalankan program Campus Visit.
  • Memberikan program promosi untuk berbelanja di beberapa merchant mitra.
  • Memperbanyak merchant mitra.

“Kami tengah berusaha membuat ekosistem yang baik. Tujuannya agar para pengguna PayPro nantinya tidak hanya menggunakan aplikasi saat ada program promosi saja. Saat ini ekosistem kami masih di Jakarta, tapi kami menargetkan akan mulai masuk ke kota-kota lain,” jelasnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close