Internasional

Pbb: Grasi Untuk Fujimori Tamparan Bagi Peru

BTN iklan

Jenewa, Lei – Grasi yang diberikan Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski kepada pendahulunya, Alberto Fujimori, adalah “tamparan” yang mengejutkan bagi para korban serta merupakan kemunduran aturan hukum, kata sekelompok pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-bangsa, Kamis.

“Pengampunan karena rasa kemanusiaan telah diberikan, setelah persidangan yang adil, kepada seseorang yang dipidana karena melakukan berbagai kejahatan serius, yang kesalahannya tidak dapat dipungkiri dan yang tidak memenuhi syarat hukum untuk mendapatkan pengampunan,” kata mereka dalam pernyataan.

Kuczynski mengeluarkan grasi atas Fujimori –yang kesehatannya buruk, tiga hari setelah loyalis Fujimori di Kongres yang dikuasai oposisi menyelamatkan Kuczynski dari kemungkinan digulingkan dalam skandal korupsi.

“Kami terkejut dengan keputusan ini. (Grasi, red) ini merupakan tamparan bagi para korban dan saksi mata, yang tanpa lelah menjalankan komitmen mereka untuk membawa dia (Fujimori, red) ke pengadilan,” demikian bunyi pernyataan.

Pernyataan itu dikeluarkan bersama oleh kelompok kerja PBB untuk masalah penghilangan orang dan pelapor khusus PBB Agnes Callamard serta Pablo de Greiff.

Mereka adalah pakar-pakar independen yang diberi mandat oleh Dewan Hak Asasi Manusia untuk menyelidiki pelaksanaan hukuman dan mendukung peradilan.

Fujimori telah menjalani 12 tahun dari vonis 25 tahun hukuman penjara yang diterimanya karena dianggap bersalah melakukan korupsi dan kejahatan-kejahatan HAM semasa ia memerintah pada 1990 hingga 2000.

Dengan grasi yang diberikan Kuczynski itu, Fujimori dibebaskan dari hukuman dan terlindung dari kemungkinan disidangkan dalam proses hukum yang tertunda.

Para pakar PBB mengatakan hukuman atas kejahatan yang dilakukan Fujimori, termasuk pembunuhan tanpa proses peradilan, penghilangan dan penculikan, sebelumnya dipuji sebagai pencapaian besar dalam upaya memerangi pembebasan dari hukuman. Hukum internasional membatasi pemberian grasi dalam kasus-kasus serius seperti itu.

Mereka melihat bahwa pengampunan yang diberikan Kuczynski itu didorong oleh kepentingan politik serta merendahkan upaya badan peradilan Peru maupun masyarakat internasional dalam mencapai keadilan. “(Keputusan) itu juga merupakan kemunduran besar bagi aturan hukum di Peru.” Pemerintahan Kuczynski telah beberapa kali membantah bahwa grasi bagi Fujimori merupakan bagian dari perundingan politik.

(Antara/Reuters)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami