Nasional

Pecat Penghambat VAKSIN NUSANTARA

BTN iklan

LEI, Jakarta- BPOM menyetop sementara penelitian tahap II Vaksin Nusantara. India Embargo Vaksin. Indonesia Kehilangan 10 Juta Vaksin Gratis. Masa sulit program vaksinasi di depan mata.

“Vaksin Nusantara enggak ada, vaksin luar negeri belum jelas, lalu apa kita berharap kepada apa kita” kata Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay.

Kepala BPOM Penny Lukito malah menyebut Tim Vaksin Nusantara Mayoritas dari Amerika. Sponsor AIVITA Biomedical lebih dominan. Peneliti dari Universitas Diponegoro & RS Kariadi tak Menguasai.

“Mereka hanya menonton, tidak melakukan langsung, karena dalam pertanyaan juga mereka tidak menguasai,” katanya.

Kepala BPOM Penny Lukito tegas menyatakan Vaksin Nusantara harus melalui penelitian yang akurat.

BPOM bersikap double-standard. “Vaksin Asing” dibiarkan masuk. Langsung Uji Klinis #3. Hanya berdasarkan Surat WHO. Sedangkan “Vaksin Nusantara” dihambat proses pengembangannya. Nasionalisme kalah oleh market.

Kolaborasi antara AIVITA Biomedical, peneliti Universitas Diponegoro & RS Kariadi adalah proses “Transfer Teknologi” dendritic-based vaccine.

Alih-alih full support perjuangan anak bangsa, Kepala BPOM Penny Lukito malah mencibir & menuding Peneliti Indonesia nonton doang. Padahal mereka turut melakukan riset secara langsung.

Vaksin Nusantara terhambat. Juragan vaksin import yang untung. Embargo menguras stock suplai vaksin. Rakyat dirugikan. Sudah waktunya Kepala BPOM Penny Lukito dipecat & diganti dengan figur yang mengutamakan keselamatan rakyat.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami