Internasional

Pekarja PBB Kembali Ke Yaman

BTN iklan

Jenewa, (Lei) – Para pekerja bantuan kemanusiaan tiba di ibu kota Yaman, Sanaa, Sabtu, setelah blokade hampir tiga minggu oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi, kata seorang pejabat di Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP).

“Pesawat pertama mendarat di Sanaa pagi ini yang membawa para pekerja bantuan kemanusiaan,” kata juru bicara regional WFP Abeer Etefa kepada Reuters dalam sebuah surat elektronik, Sabtu.

Para petugas di bandara Sanaa mengatakan dua penerbangan Perserikatan Bangsa Bangsa yang lain tiba pada Sabtu.

Koalisi yang memerangi gerakan bersenjata Houthi di Yaman mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya akan mengizinkan bantuan melalui pelabuhan Laut Merah Hodeidah dan Salif, serta penerbangan Perserikatan Bangsa Bangsa ke Sanaa, namun belum ada konfirmasi mengenai pengiriman bantuan.

Kelompok bantuan internasional telah menyambut baik keputusan untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan, namun mengatakan bahwa penerbangan bantuan tidak cukup untuk mencegah krisis kemanusiaan. Sekitar 7 juta orang terancam kelaparan di Yaman dan kelangsungan hidup mereka bergantung pada bantuan internasional.

Seorang juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi dikutip pada Jumat mengatakan bahwa 42 izin telah dikeluarkan untuk penerbangan bantuan internasional ke Sanaa dan pengiriman laut ke Hodeidah.

Pejabat di pelabuhan tersebut mengatakan pada Sabtu bahwa belum ada kapal yang datang dan mereka tidak diperkirakan untuk segera berlabuh.

Koalisi yang didukung Amerika Serikat tersebut menutup akses udara, darat dan laut pada 6 November, dalam sebuah langkah yang dikatakannya untuk menghentikan arus senjata ke Huthi, yang menguasai sebagian besar Yaman utara, dari Iran.

Aksi tersebut dilakukan setelah Arab Saudi mencegat sebuah rudal yang ditembakkan ke Riyadh. Iran membantah memasok senjata.

Sebelumnya, Kepala bantuan kemanusiaan PBB Mark Lowcock, yang memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB beberapa waktu lalu, memperingatkan bahwa Yaman akan menyaksikan kelaparan terbesar di dunia dalam beberapa dasawarsa kecuali blokade itu dicabut, menurut laporan Xinhua.

Dewan Keamanan menekankan perlunya mempertahankan semua pelabuhan dan bandar udara tetap berfungsi, termasuk pelabuhan Hudaydah, jalur kehidupan penting buat bantuan kemanusiaan dan pasokan dasar lain.

Dewan Keamanan menuntut semua pihak menyediakan “akses penuh, aman, cepat dan tanpa halangan” buat pasokan kemanusiaan dan personel PBB ke semua gubernuran yang terpengaruh di negara yang dicabik perang tersebut.

Lebih dua-pertiga rakyat yang memerlukan dan lebih dari 80 persen dari semua kasus kolera berada di daerah yang paling dekat dengan Pelabuhan Hudaydah dan Saleef, kata PBB.

Seluruh penduduk Yaman tergantung atas impor makanan, bahan bakar dan obat, terutama melalui pelabuhan dan lebih dari 17 warga Yaman, atau lebih dari dua-pertiga penduduk, sudah menghadapi kondisi rawan pangan, kata PBB.

Program Pangan Dunia mengatakan simpanan beras saat ini akan habis dalam 111 hari dan simpanan gandum habis dalam 97 hari. (Antara/Reuters)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami