Hukum

Pelabuhan didenda 2,9 Miliar

BTN iklan

MEDAN/Lei – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan pada pelelangan pembangunan Pelabuhan Perikanan Gugop-Lampuyang Satuan Kerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tahun anggaran 2014, terjadi persekongkolan.

Adapun, yang dinyatakan melanggar Pasal 22 UU No.5/1999 oleh KPPU yakni PT Perdana Dinamika Persada, PT Lince Romauli Raya, PT tenaga Inti Makmu Beusare, PT Alam Baru Jaya, PT Permatanusa Setiahati, dan Kelompok Kerja (Pojka) ULP Pemerintah Aceh XVII.

Ketua Majelis Komisi Sukarni dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (7/9/2016) mendenda Perdana Dinamika Persada Rp1,1 miliar, diikuti Lince Romauli Raya Rp1 miliar, dan Tenaga Inti Makmu Beusare Rp804,08 juta.

“Kami juga melarang kelima perusahaan untuk mengikuti tender pada bidang pembangunan Pelabuhan Perikanan Gugop-Lampuyang Satker BPKS Sabang selama 2 tahun sejak putusan. Selain itu ketiga perusahaan yang didenda harus menyerahkan bukti pembayaran denda kepada kami,” papar Sukarni.

Dia memerinci pagu pembangunan pada kasus ini yakni Rp58,23 miliar. Peserta yang mendaftar lelang 75 perusahaan. Untuk persekongkolan horizontal, majelis menilai ada penyesuaian penyusunan dokumen penawaran bersama oleh kelima perusahaan. Tak hanya itu, terbukti pula terjadi tindakan pinjam meminjam perusahaan.

Sementara itu, untuk persekongkolan vertikal majelis berpendapat pokja mengabaikan indikasi persekongkolan di antara peserta. Tak hanya itu, pokja juga terbukti tidak sungguh-sungguh mengevaluasi dan klarifikasi lelang.

“Kami merekomendasikan kepada Gubernur Aceh agar memberi sanksi administratif kepada Pokja Konstruksi ULP tersebut. Kemudian, agar membina dan sosialisasi pengadaan barang dan jasa kepada pejabat terkait. Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa juga harus memerhatikan ketersediaan SDM bersertifikat pada perencanaan tender Satker BPKS Sabang,” pungkasnya.(bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami