Internasional

Pelaku Penabrak Pejalan Kaki di Toronto Tinggalkan Pesan Aneh Sebelum Lakukan Aksinya

BTN iklan

TORONTO (LEI) – Pria yang dituduh menabraki para pejalan kaki dengan mobil van di Toronto dikenai dakwaan berupa 10 pembunuhan tingkat pertama dan 13 percobaan pembunuhan.

Tersangka yang berusia 25 tahun itu, Alek Minassian, menabrakkan sebuah van sewaan ke para pejalan kaki di trotoar yang ramai dengan orang di Toronto pada Senin. Aksinya itu menewaskan 10 orang, mencederai 15 lainnya. Pembunuhan massal itu merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Kanada dalam beberapa puluh tahun terakhir ini.

Minassian muncul sebentar dalam persidangan di Toronto, Selasa, untuk mendengarkan dakwaan-dakwaan yang dikenakan terhadapnya.

Ia tampaknya mengerti atas apa yang sedang berlangsung dan berbicara dengan suara pelan kepada pengacara yang mewakilinya di pengadilan. Demikian diwartakan Antara, Rabu (25/4/2018).

Minassian dijadwalkan dihadirkan kembali ke persidangan pada 10 Mei.

Menurut kepolisian Toronto, Minassian tidak dikenal oleh mereka sebelum penabrakan terjadi dan tidak memiliki catatan kejahatan.

Minassian adalah mahasiswa Seneca College di Toronto, dan mengikuti perkuliahan di sana antara 2011 dan 2018. Ia juga tercatat sebagai asisten peneliti proyek pengembangan perangkat lunak laman Seneca.

Ia pernah menjadi anggota Angkatan Bersenjata Kanada selama dua bulan pada akhir Agustus dan Oktober 2017. Ia menjalani pelatihan dasar namun tidak menunjukkan hasil yang baik dan kemudian gagal menyelesaikan pelatihan tersebut karena ia minta dibebaskan setelah 16 hari.

Beberapa menit sebelum serangan terjadi, ada tulisan di akun Facebook milik Minassian, yang sekarang dihapus, yang antara lain berbunyi, “pemberontakan Incell sudah dimulai!” “Incell” merupakan istilah yang mengacu kepada suatu kelompok “pembela hak-hak laki-laki” yang “terpaksa membujang” dan bersimpati kepada sesama mereka terkait kehidupan mereka yang tanpa kegiatan seksual.

Tulisan di Facebook Minassian itu juga menyampaikan pujian kepada Elliot Rodger, yang mengaku perawan, yang telah membunuh enam orang dan melukai 14 lainnya sebelum ia membunuh dirinya sendiri di dekat kampus University of California, Santa Barbara, Amerika Serikat, pada 2014. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami