BTN ads
EkonomiKarirLiputan

Pelaku “startup” Baru Diminta Ikuti Perilaku Konsumen

JAKARTA, 8/3 (LEI) – Managing Partner Coffee Ventures Kevin Darmawan mengatakan pelaku “startup” (perusahaan rintisan) baru harus mampu mengikuti bagaimana perilaku konsumen.

“Pada dasarnya konsumen selalu bersedia untuk mencoba produk baru yang menawarkan keunggulan dan pengalaman yang berbeda,” ujar Kevin Darmawan dalam diskusi “Membangun Start-Up Berkelanjutan” di Jakarta, Kamis.

Apabila pelaku “startup” baru tidak mampu membuat sesuatu layanan yang terbaru, maka produk yang serupa tersebut harus mempunyai nilai tambah yang berbeda.

Dengan adanya nilai tambah, “startup” tersebut akan menggaet pasar berbeda.

Ia mengatakan pendiri “startup” baru harus mempunyai kegigihan, mencintai pekerjaannya, berpikiran terbuka dan membangun jaringan.

“Belajar dari pengalaman, tidak banyak ‘startup’ yang bertahan dan terpaksa harus gulung tikar,” kata dia.

Selain itu, ia mengatakan para pelaku “startup” baru harus fokus merekrut pegawai yang tepat.

“Apabila kesulitan menemukan pegawai yang loyal dan siap berjuang demi perusahaan, maka bisa merekrut tenaga lepas atau mahasiswa yang baru lulus dengan kemampuan yang mumpuni,” ujar dia.

Berdasarkan laporan perkembangan industri “startup” 2017 yang dikeluarkan DailySocial, saat ini sudah ada lebih dari 230 perusahaan di Indonesia bahkan empat diantaranya berhasil menjadi startup unicorns, dengan nilai investasi sebesar US$ 1.6-2.8 juta. Keempat startup unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Perkembangan “startup” teknologi ini tidak lepas dari semakin banyak kebutuhan akan gaya hidup digital di Indonesia. Pengguna aktif internet di Indonesia bertambah setiap tahunnya, tahun 2017 yang lalu, tercatat ada 132.7 juta pengguna Internet di Indonesia, 50 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Investor paling aktif memberikan pendanaan ke “startup” adalah investor lokal, diikuti oleh investor Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Related Articles

Komentar Anda...

Close
Close