HukumLiputan

PELESIRAN MEMBUAT NAPI NYAMAN DI SUKAMISKIN

BTN iklan

DISKUSI RUANG TENGAH TEMPO

Sepak terjang narapidana Lapas Sukamiskin, Bandung, yang dikabarkan bebas keluar-masuk penjara sambil ‘pelesiran’ menjadi buah bibir. Sel para tahanan juga disulap bagai kamar yang berfasilitas mewah.
Dugaan penyimpangan napi di LP Sukamiskin ini mencuat ke publik setelah beredar pemberitaan majalah Tempo edisi terbitan Senin, 6 Februari 2017, bertajuk ‘Investigasi Tamasya Napi Sukamiskin’.

 

Majalah Tempo menggelar acara bertajuk Diskusi Ruang Tengah, membahas kasus pelesiran narapidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Rabu, 8 Februari 2017. Materi yang didiskusikan merupakan hasil liputan investigasi Tempo yang dimuat pekan ini dengan judul Pelesiran Gelap Pesakitan Sukamiskin.

 

Rusman sebagai tim investigasi tempo yang telah merencanakannya mengatakan,” kasus ini sejak 2,5 tahun yang lalu, saat ini kasus gayus tambunan mencuat”. Rusman juga menambahkan,”banyak napi yang keluar masuk, namun identitasnya tidak diketahui”

 

Direktur Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sutrisman menegaskan,”Napi yang ingin menjenguk anaknya di rumah sakit merupakan salah satu Haknya, jadi bukan pelanggaran jika Lapas memberikan ijin keluar”

 

“Lapas adalah milik kita bersama, kami sangat membuka terhadap masyarakat yang melapor adanya ketidak beresan di Lingkungan Lapas, masyarakat bisa melaporkan kepada kami atau lembaga lain” lanjutnya

 

Sementara itu Tama Satrya dari ICW menegaskan,”kasus ini sudah terjadi berulang-ulang. Vonis hukuman yang terlalu pendek dan fasilitas LP yang bagus, kata Tama, sama sekali tidak membuat jera pelaku korupsi.”

 

Tama menuntut pemerintah untuk meninjau kembali, membenahi, dan mengevaluasi masalah tersebut. Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab. Ketika ditanya mengapa kasus pelesiran ini bisa terjadi lagi, Iqbal Tawakal menjawab bahwa perilaku permisif penduduk Sukamiskin merupakan penyebab utama.

 

Acara yang bertempat di Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta itu menghadirkan empat pembicara, yaitu Iqbal Tawakal dan Rusman Paraqbueq dari tim investigasi Tempo, Direktur Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sutrisman, serta Koordinator Divisi Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch Tama Satrya Langkung.(ICR)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami