HEADLINESHukum

Pembacokan PSHT di Mojosongo, Puluhan Pemuda Diamankan. Polisi dapati Pelajar PSHT Ngawi untuk Hitamkan Solo.

BTN iklan

LEI,Solo -Puluhan pemuda diamankan polisi setelah adanya info pergerakan ribuan massa perguruan pencak silat PSHT di Kota Solo, Jawa Tengah. Bahkan ada enam pelajar anggota PSHT terprovokasi dari Ngawi dan nekat ke Solo dengan ongkos jualan burung merpati. Setidaknya terjaringnya pemuda ini dibenarkan Kabag Ops Polresta Solo Kompol Sukarda, Selasa malam (22/09).
Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Solo meminta segenap warganya untuk tidak melakukan gerakan ataupun pengumpulan massa seperti yang terjadi di Plaza Manahan Solo beberapa waktu silam.

Ketua PSHT Cabang Solo, Arif Hudayanto mengatakan pihaknya menyerahkan seutuhnya pengusutan kasus pembacokan anggota PSHT di kawasan Mojosongo kepada pihak kepolisian.

“Saya mengimbau mari kita serahkan penanganan pada kepolisian agar melakukan penelusuran sebaik-baiknya,” papar Arif, Selasa (22/9/2020).

Arif juga meminta agar warga PSHT tidak turun ke jalan.

“Kepada sedulur agar tidak turun ke jalan dan warga PSHT di luar solo tidak perlu datang ke Solo,” kata dia.

“Sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru,” paparnya.

Dia mengatakan, agar warga PSHT tidak terprovokasi dan terpancing ajakan melalui mendsos untuk menghitamkan Solo.

Pesan Pengurus PSHT Jawa Tengah

Sebelumnya, kabar insiden penganiayaan terhadap pesilat PSHT di Kartasura, beredar di media sosial sejak Selasa (15/9/2020).

Disebutkan, pesilat PSHT dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal, Selasa (15/9/2020) dini hari.

Sekretaris PSHT Jawa Tengah, Danar Sutopo, membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Sutopo, penyerangan tersebut dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab sekira pukul 02.00 WIB.

Sutopo mengatakan penyerang terhadap anggota tersebut diduga menggunakan senjata tajam.

“Pada Selasa dini hari kisaran pukul 02.00 WIB, itu ada korban dari PSHT atas penganiayaan dengan senjata tajam. Anggota kami luka-luka,” terang Sutopo kepada LEI.

“Terjadi di dua daerah, di Mojosongo dan Makam haji,” tambahnya.
Sutopo menegaskan pihaknya akan menyerahkan proses seutuhnya kepada penegak hukum.

“Kita serahkan kepada aparat hukum untuk melakukan tindakan – tindakan tegas, terukur, nyata, dan adil,” tegasnya.

Sutopo juga meminta para anggota untuk mengawal proses hukum yang berjalan.

“Anggota untuk tetap stay. Persoalan hukum kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Kita pantau dan kawal sampai proses tuntas,” tuturnya

Terkait insiden ini, sejumlah massa yang diduga pesilat PSHT, turun ke jalan.

Mereka berkumpul memenuhi Plaza Manahan, Selasa (15/9/2020) malam.

Hingga berita ini diunggah, kepolisian bungkam. LEI telah berusaha menghubungi kepolisian baik Polsek Kartasura dan Polres Sukoharjo. Namun, belum ada yang bersedia memberikan klarifikasi resmi.

“Sementara kita amankan, nanti kalau terindikasi hendak melakukan pelanggaran hukum akan kita proses secara hukum,” tegas Sukarda.
Mereka yang diamankan sengaja datang ke Solo dari Klaten, Sukoharjo, Boyolali, dan Madiun. Bahkan kedapatan ada yang mengenakan atribut PSHT, kartu indentitas PSHT, serta ada dari PN sekaligus PSHT Winongo. Sedangkan diamankan ada yang melintasi depan Plaza Manahan terjaring operasi masker, nongkrong di Manahan hingga mengintai kawasan Manahan.
“Namun setelah kita cek, didompet mereka terdapat kartu tanda anggota salah satu kelompok silat, kemudian ada isi percakapan di handphone mereka yang menyatakan untuk berkumpul di Plaza Manahan,” ucapnya.
Sebanyak 1000 lebih personel gabungan TNI-Polri hingga Satpol PP Kota Solo diterjunkan di lokasi. Petugas ini untuk melakukan pengamanan situasi Kamtibmas di Kota Solo. Personel ini disebar di seluruh penjuru Kota Solo hingga perbatasan kota.

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama
Sumber: Bisnis

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami