Liputan

Pembangunan Bandara Boking di Timor Tersendat

BTN iklan

Jakarta/Lei – Anggota DPRD NTT, Angelino da Costa mengatakan, pembangunan Bandara Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum terlalu mendesak.

“Saya kira belum terlalu urgen karena banyak persoalan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah seperti pendidikan, kesehatan dan perumahan,” kata Angelino da Costa kepada Antara di Kupang, Selasa.

Dia mengemukakan hal itu, menanggapi wacana pemerintah membangun Bandara Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).Image result for timor tengah selatan

Rencana pembangunan bandara ini, untuk mempermudah akses transportasi udara ke wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste seperti Kabupaten Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU).

Menurut anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu, transportasi darat dari Kupang-TTS hanya sekitar dua jam, TTS ke Timor Tengah Utara (TTU) hanya satu jam dan TTS ke Belu sekitar dua jam.

Karena itu, kalau ada bandara dan harga tiket mahal, maka masyarakat pasti akan tetap memilih menggunakan transportasi darat ketimbang pesawat, kata anggota Komisi III yang membidangi perbankkan dan aset.

Apalagi, banyak aset yang dibangun menggunakan dana APBN belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pelayanan kemasyarakatan.

“Ini pikiran saya sebagai anggota DPRD NTT yang juga membidangi masalah aset, karena banyak dermaga yang dibangun tidak dimanfaatkan,” katanya.

Dermaga Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) misalnya, dibangun dengan dana APBN tetapi tidak disinggahi kapal dan saat ini mulai kelihatan rusak, katanya menambahkan.

Karena itu, sebaiknya pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pusat agar fasilitas-fasilitas yang sudah ada bisa dimanfaatkan, sebelum membangun fasilitas yang baru, katanya anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan pulau Timor ini.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami