EkonomiFinansial

Pembuat Kebijakan Terpecah, Prospek Inflasi Resah

BTN iklan

JAKARTA/Lei  – Risalah rapat kebijakan The Fed (Fed minutes) menunjukkan kian terpecahnya pendapat para pembuat kebijakan mengenai prospek inflasi dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi laju suku bunga di masa mendatang.

Rincian risalah pertemuan kebijakan The Federal Reserve pada 13-14 Juni yang dirilis Rabu (5/7) waktu setempat juga menunjukkan perbedaan pendapat tentang periode dimulainya langkah pengurangan portofolio obligasi.

Sejumlah pejabat ingin mengumumkan dimulainya proses pemangkasan portofolio obligasi The Fed pada akhir Agustus, namun beberapa pihak lain ingin menunggu hingga menjelang akhir tahun.

“Sebagian besar peserta melihat lesunya data harga baru-baru ini mencerminkan faktor-faktor istimewa, namun beberapa peserta menyatakan keprihatinan bahwa progres kemungkinan telah melambat dan bahwa pelemahan inflasi baru-baru ini dapat berlanjut,” papar The Fed dalam minute tersebut, seperti dikutip dari Reuters (Kamis, 6/7/2017).

The Fed juga mempertanyakan mengapa kondisi finansial belum mengetat meski tingkat suku bunga acuan telah beberapa kali naik.

Seperti diketahui, bank sentral Amerika Serikat (AS) kembali memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan kebijakannya bulan lalu (14 Juni), setelah melakukan langkah serupa pada bulan Maret.

The Fed juga menyatakan akan mulai mengurangi kepemilikan obligasi dan surat berharga lainnya senilai US$4,2 triliun tahun ini.

Gubernur The Fed, Janet Yellen, saat itu menyatakan bahwa lesunya inflasi baru-baru ini hanya bersifat sementara, sehingga bank sentral tersebut tetap memproyeksikan satu kali penaikan lebih lanjut tahun ini.

Sementara itu, dalam risalah rapat tersebut, beberapa pembuat kebijakan mengatakan bahwa pelemahan inflasi membuat mereka kurang nyaman dengan arah kenaikan suku bunga saat ini.

Mereka mengungkapkan keprihatinan bahwa jalur kenaikan seperti itu mungkin terbukti tidak konsisten dengan kembalinya inflasi yang berkelanjutan.

“Pandangan ini menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga yang ketiga kalinya tahun ini tetap menjadi hal dasar yang solid, namun juga kenaikan itu mungkin tidak terjadi sebelum pertemuan The Fed pada Desember,” kata Roberto Perli, seorang ekonom di Cornerstone Macro.

 

bisnis

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami