Internasional

PEMBUNUH GADIS DENGAN MENGGEMBOK DALAM KOTAK DI ARIZONA, DINYATAKAN BERSALAH

BTN iklan

Phoenix,(LEI) – Seorang pria Arizona dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan dan tuduhan lain atas kematian seorang gadis berusia 10 tahun, yang dikurung dalam tong kecil akibat mengambil es krim tanpa izin, kata pejabat pengadilan, Rabu.

Putusan juri Pengadilan Wilayah Maricopa itu memungkinkan persidangan atas John Allen, 29, pindah ke tahap penghukuman, dengan majelis tersebut menentukan apakah ia harus menghadapi hukuman mati, kata juru bicara pengadilan Vincent Funari dalam pernyataannya. Tahap itu dimulai pada Kamis dan bisa memakan waktu berminggu-minggu, katanya.

Sammantha Allen, istri John Allen, dijatuhi hukuman mati pada Agustus setelah juga dihukum atas pembunuhan, yang menyebabkan kematian Ame Deal, berusia 10 tahun, sepupunya.

Polisi mengatakan bahwa anak itu, yang tinggal di rumah perawatan Allens, dipaksa berolahraga intensif berjam-jam pada musim panas sebagai hukuman karena mencuri cemilan beku.

Pasangan tersebut kemudian memerintahkannya untuk membawa wadah plastik berengsel dan memasukinya, kata polisi. Sammantha Allen melihat saat suaminya menggembok gadis itu di dalam kotak dan pasangan itu kemudian tertidur, kata polisi.

Mayat gadis tersebut ditemukan di dalam wadah kecil itu, yang hanya memiliki lubang udara kecil di pegangannya.

Juri menyatakan John Allen bersalah atas pembunuhan tingkat pertama, tiga tuduhan penganiayaan anak dan konspirasi untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap anak, kata beberapa pejabat.

Anggota keluarga awalnya mengatakan kepada polisi bahwa Deal meninggal dalam permainan petak umpet yang berakhir tragis. Polisi mengungkap cerita itu selama penyelidikan mereka.

Dalam persidangan John Allen, juri melihat video dirinya yang mengaku mengunci gadis itu di dalam kotak dan akan tidur.

Arizona belum mengeksekusi seorang narapidana dalam tiga tahun. Eksekusi terakhir oleh negara tersebut memakan waktu hampir dua jam, dan mengakibatkan sebuah tuntutan hukum oleh beberapa narapidana yang mengklaim bahwa protokol suntik mati negara tersebut menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan.

Pengacara John Allen berpendapat bahwa kliennya bertanggung jawab penuh dan tidak berniat agar gadis tersebut meninggal.

Jaksa pengadilan wilayah Maricopa dan pengacara Allen, Gary Beren, tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan pada Rabu malam.(Antara/Reuters)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close