Liputan

Pemeriksaan Tambang Emas Ilegal Kawasan Hutan Lindung Siguntu Tidak Sesuai

BTN iklan

PALOPO, LEI – Tambang ilegal dikawasan hutan lindung Siguntu Kelurahan Latuppa Kota Palopo (SulSel) telah berlangsung beberapa tahun yang lalu, tapi modusnya jika ada yang melaporkan kemudian pelaku berhenti untuk sementara, dan sekarang melakukan penambangan lagi.

Menurut kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Latimojong yang membawahi wilayah hutan Kab Luwu dan Kota Palopo, jika pertambangan ilegal ini sudah pernah mereka tertibkan pada bulan april dengan merusak dan membakar camp para penambang, namun akibat kejadian ini kemudian kepala KPH diperiksa oleh pihak kepolisian, tapi berselang beberapa bulan kemudian para penambang kembali melakukan aktivitasnya di lokasi yang lain yang tepat berada pada ketinggian 800M dari permukaan laut, dan material hasil tambangya ditumpuk di tempat yg dapat dijangkau mobil untuk memudahkan pengangkutan.

“Kami dan teman-teman aktivis lingkungan sudah melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan drone dan menemukan tempat para penambang ilegal tersebut ditengah kawasan hutan, sehatusnya Kapolres dan pihak KPH segera menangani permasalahan ini, dan tambang ilegal ini segera dihentikan,” demikian Tanggapan Dr Abdul Rahman Nur.

Polres Palopo dimohon lebih jeli dalam menyelidiki tambang emas ilegal di Pegunungan Siguntu, Kelurahan Latuppa, Kota Palopo.

Dewan Kehutanan Nasional, Dr. Abdul Rahman Nur juga pengajar di Universitas Andi Djemma, mengatakan, hasil pemeriksaan personel Polisi dilokasi tambang yang menemukan adanya lubang hanya tiga sampai empat meter tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

Abdul Rahman meminta, agar Polres Palopo memanggil warga yang melakukan penambangan untuk mempertanyakan banyaknya material yang telah diangkut.

“Harusnya begitu, karena ini jelas tambang di kawasan lindung, kapolres harus memeriksa pelakunya dan dimintai keterangan, sudah berapa material yang diangkut keluar dan bagaimna mereka menambang,” katanya.

“Tugasnya masyarakat dan aktivis lingkungan kan melaporkan ke pemerintah jika ada aktivitas yang merusak lingkungan, bukan justru klarifikasi sebelum memeriksa pelakunya.”

Sebelumnya diberitakan, aktivitas tambang emas yang diduga ilegal di Pegunungan Siguntu, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, disorot, Polres Palopo sudah turun menyelidiki Tambang emas ilegal di Kelurahan Latuppa, Kota Palopo.

Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas mengatakan, beberapa personel sudah meninjau lokasi sore tadi.

Dari hasil pemeriksaan tambang emas tersebut sudah puluhan tahun tidak beroperasi.

Pihaknya juga tidak menemukan lubang terowongan ratusan meter seperti yang diisukan.

“Tidak benar kalau ada lubang ratusan meter. Kami sudah cek, kedalam lubang cuma 3 sampai empat meter. Kalau lubang ratusan meter itu tidak masuk akal, pasti tidak ada oksigen dan sangan berbahaya,” jelasnya.

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami