LiputanOpini

Pemerintah Aceh Ajak Mahasiswa Cegah “Hoax”

BTN iklan

Banda Aceh, 16/2 (Antara) – Pemerintah Aceh mengajak mahasiswa di provinsi tersebut untuk aktif mencegah beredarnya informasi dan berita bohong atau “hoax” di tengah-tengah masyarakat.

“Informasi ‘hoax’ yang tidak jelas sumbernya cukup meresahkan masyarakat akhir-akhir ini dan masyarakat memiliki peran untuk mencegah terhadap informasi yang tidak benar,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin di sela-sela workshop Persatuan Jurnalis Kampus di Banda Aceh, Kamis.

Mulyadi Nurdin menjelaskan media dan jurnalis tidak hanya sebagai penyebar informasi, kontrol sosial, sarana pendidikan dan hiburan.

Keberadaan media di sebuah negara atau daerah adalah salah satu instrumen penting untuk mengukur tingkat keberhasilan demokrasi di negara tersebut.

“Kemerdekaan pers di sebuah negara juga merupakan ukuran tegaknya demokrasi di negara itu. Kemerdekaan itu harus diseimbangkan dengan penegakan hukum, etika, dan norma sosial,” katanya.

Menurut dia, sensor terhadap informasi yang hendak disampaikan menjadi tanggungjawab moral, etika, serta norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Mulyadi Nurdin menyampaikan apresiasi atas terlaksananya workshop Jurnalis Kampus dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas dari karya-karya yang akan dihasilkan nantinya.

Ia mengatakan melalui kegiatan tersebut para jurnalis kampus akan memiliki wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkan, terutama dalam menangkal dan menyikapi berita “hoax” yang marak beredar selama ini.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami