HukumSengketa Merek

Pemerintah Daerah tidak Berpihak Ke Masyarakat Adat Kinipan Kalimantan Tengah

BTN iklan

LEI,Jakarta– Hutan Kalimantan selama ini kelestarian alam dijaga oleh masyarakat adat yang berada diwilayahnya. Begitu pula hutan yang berada di Kinipan Kalteng. Sekertaris Daerah Profinsi Kalteng Fahrizal Fitri dikutip dari antara menyatakan terkait adanya kelompok masyarakat dari kinipan Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau mengenai hutan adat. ” Juga Penelusuran ke Lamandau dan hingga saat ini belum ada keputusan yang menetapkan bahwa ada hutan adat di desa Kinipan,” tutur beliau.

“Secara legalitas hutan adat itu harus berproses dan ditetapkan oleh negara. hingga saat ini tidak ada salah satu keputusan yang menyatakan hutan adat pada era tersebut”. jelas dia

Pada dasarnya segala leglitas hukum Hak menguasai negara pasal 33 ayat 3 UUD 1945, pasal 2 UUPA menyebutkan kewenangan hak milik negara dibatasi beberapa kewenangan yg timbul ,antara hubungan tanah dengan negara mengeluarkan hak menguasai tanah Hubungan hak masyarakat adat dengan tanah melahirkan hak ulayat, dan hubungan hukum hak per orang dengan tanah melahirkan hak perorgan atas tanah.

Berkaitan adanya informasi beredar mengenai persembahan kawasan hutan adat oleh perusahaan keapa sawit PT Sawit Mandiri Lestari (SML), berdasarkan peta yang pihaknya dilakukan ‘overlay’ dinyatakan bahwa tidak ada hutan adat di areal tersebut.
Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat”. dari pasal tersebut sudah menjeaskan jika hasil bumi diperuntukan menyejahterakan masyarakat tidak untuk kepentingan perusahaan pribadi.

Dan Dikutip dari Majalah tempo mengenai Konflik antara masyarakat dan perusahaan sawit masih berlanjut dari penangkapan Effendi Buhing sebagai penentang perusahaan SML. Effendi Buhing ditangkap oleh pihak berwajib dan tak selang lama penangkapan beliau solidaritas masyarakat adat mulai bermunculan. Salah satu dukungan dari Pemimpin Besar Pasukan Merah se- Tanah Dayak, Panglima Jilah menyatakan “Saya akan menurunkan pasukan merah Kalimantan Tengah jika kata-kata saya tidak diindahkan” ujarnya. beliau menjelaskan dalam video untuk mendukung efendi beberapa jam seusai penangkapan dan beliau menuturkan untuk pembebeasan Effendi.

Kayu Ulin yang ditebang oleh pihak SML.

Pada akhirnya warga desa kinipan berupaya menempuh jalan musyawarah dengan PT Sawit Mandiri pada tanggal 29 Juni 2020. Pertemuan ini berujung pada penandatanganan nota kesepakatan menghentikan seluruh aktivitas pembukaan lahan yang masuk wilayah adat Desa Kinipan Daerah tersebut mencakup wilayah Lubuk Buntur, hulu Sungai Toin, hulu Sungai Seketap dan hulu sungai Inuhan. Kesepakatan itu menyebut PT Sawit Mandiri berjanji membicarakan tuntutan ganti rugi warga sebesar Rp 10 Miliyar. Mereka juga akan membantu masyarakat menyediakan kebun plasma kelapa sawit, dan memberhentikan sementara pembukaan lahan.

Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Adat Indonesia periode 2020_2023 Laksanto Utomo berpendapat ” Pemerintah daerah setempat tidak berpihak lagi kepada Masyarakat Adat di Kinipan perjuangan masyarakat adat jika meliat kronologis sejak 2000 (?) memperjuangkan tanah adanya menjadi catatan tersendiri”.

Laksanto juga menegaskan “Pada intinya kesemuanya bhwa Pemerintah Pusat dlm hal ini presiden Jokowi hrs mendesak segera disahkan RUU MHA yg sdh mandeg sejak jam presiden SBY dua dekade ditambah smp sekarang, kita tunggu Presiden Jokowi berpihak kepada RUU MHA , demikian juga Senayan seyogianya mendengarkan aspirasi Kinipan. Semoga.”

Bagaimana Kelanjutan dari tindakan pemerintah dari khasus khasus seperti ini? Dan bagaimana penanganan pemerintah akan hal ini. kita masih menunggu kepastian dalam penanganan ini dari pihak pemerintah. Nilai kerugian yang dialami masyarakat diukur dari nilai ekonomis hasil hutan desa yang ditumbuhi pepohonan bernilai tingi seperti kayu ulin. Kayu-kayu itu akan menghilang seiring dibukanya lahan perkebunan sawit yang ada di Kalimantan.

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami