BTN iklan
EkonomiLiputanNasionalOpini

Pemerintah Didesak Berperan Tingkatkan Pangsa Pasar Syariah

JAKARTA, 16/4 (LEI) – Pemerintah didesak untuk berperan lebih besar dalam meningkatkan pangsa pasar (market share) perbankan syariah di Indonesia yang dinilai masih relatif kecil kendati memiliki populasi penduduk muslim yang besar.

Ketua V Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto Mingka di Jakarta, Senin, mengatakan, pemerintah perlu kembali menggalakkan sosialisasi dan edukasi untuk mendorong peran perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

Menurutnya, ada beberapa upaya untuk meningkatkan penetrasi perbankan syariah di Indonesia, salah satunya edukasi yang harus terus dioptimalkan.

Selain itu, pemerintah perlu memberikan proyek-proyek kepada perbankan syariah, termasuk dana-dana dari badan usaha milik negara (BUMN) yang seyogyanya bisa ditempatkan ke bank-bank syariah.

“Dengan ini bank syariah bisa tumbuh dan supaya bisa lebih spektakulr, maka peran pemerintah perlu dioptimalkan,” ujar Agustianto saat diskusi dengan awak media.

Agustianto juga menambahkan, terkait dana haji, perlu terus dipertahankan penempatannya di perbankan syariah. Langkah itu diharapkan bisa memberikan stimulus positif terhadap pertumbuhan bisnis perbankan syariah dari sisi penguatan likuiditas. Namun, dana segar itu harus diimbangi dengan tingkat mitigasi risiko yang lebih baik karena dana tersebut merupakan dana umat.

“Harus dipikirkan juga tingkat keamanan. Lebih baik untung biasa tapi risiko yang didapatkan kecil,” ujarnya.

Perkembangan perbankan syariah tercatat dari waktu ke waktu terus meningkat dan hal ini terlihat dari pangsa pasar yang berhasil keluar dari ‘five percent traps” dan kini mencapai 5,74 persen dari total aset perbankan nasional.

Walaupun begitu, perbankan syariah dinilai harus terus berusaha meningkatkan penetrasinya agar semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk-produk perbankan syariah.

Salah satu upaya perbankan syariah yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi produk dan layanannya ke masyarakat mengingat tingkat literasi keuangan syariah nasional yang berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2017 baru mencapai delapan persen. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close