Internasional

Pemerintah Ingin Intip WhatsApp karena Teror London

BTN iklan

Jakarta/Lei – Pemerintah Inggris meminta badan keamanan diberikan akses ke layanan bertukar pesan terenkripsi seperti WhatsApp. Keinginan ini disampaikan menyusul terungkapnya fakta bahwa pelaku teror London menggunakan aplikasi tersebut sebelum beraksi.

Khalid Masood, warga Inggris berusia 52 tahun yang menewaskan empat orang dalam aksi terornya di Westminster, dilaporkan menggunakan layanan yang telah diakuisisi Facebook itu beberapa saat sebelum beraksi.

Menteri Dalam Negeri Amber Rudd mengatakan kepada Sky News, sebagaimana dikutip AFP, bahwa keterbatasan akses keamanan pada layanan pesan terenkripsi seperti Whatsapp “sangat tidak bisa diterima.

“Kita tidak bisa tinggal diam dalam situasi di mana teroris berbicara satu sama lain–dalam kasus ini menggunakan pesan WhatsApp–dan kita tidak bisa mengaksesnya,” kata Rudd.

Polisi menyatakan masih belum tahu mengapa Masood melaksanakan aksi tersebut. Selain itu, dia juga diduga beraksi sendiri, meski kelompok teror ISIS sudah mengklaim bertanggung jawab.

Sejauh ini, 12 orang telah ditangkap karena diduga terkait dengan serangan yang melukai puluhan orang Rabu pekan lalu. Pada Senin hari ini (27/3), polisi juga kembali menangkap seorang pria berusia 30 tahun yang diduga melakukan aksi teror, terkait kasus ini.

Sembilan orang di antara mereka telah dilepas tanpa hukuman, sementara seorang pria berusia 58 tahun masih harus mendekam di balik jeruji. Di saat yang sama, perempuan berusia 32 tahun yang sempat ditangkap dengan sangkaan serupa dilepaskan dengan jaminan.

Meski meyakini Masood bekerja sendiri, penyidik masih mencari tahu kemungkinan dia diarahkan atau dipengaruhi orang lain.

“Kita harus semua menerima bahwa ada kemungkinan kita tidak akan mungkin memahami kenapa dia melakukan serangan ini. Pemahaman itu mungkin telah mati bersama pelaku,” kata pejabat anti-teror senior Neil Basu.

Masood tewas ditembak petugas setelah menikam anggota polisi di kompleks Parlemen Inggris. Sebelumnya, dia terlebih dulu menabrak puluhan pejalan kaki di Westminster, menewaskan tiga orang.

ISIS, melalui media propagandanya, Amaq, menyebut Masood sebagain “tentara” kelompok teror tersebut. Namun, polisi tidak begitu saja mempercayai klaim tersebut dan terus mendalaminya. (CNN)

Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. May I simply just say what a relief to find someone who genuinely understands what they are talking about over the internet.
    You certainly realize how to bring a problem to light and make it
    important. A lot more people should check this out and understand this side of your story.
    It’s surprising you’re not more popular because you certainly have the gift.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close