Opini

Pemerintah Perlu Dengarkan “KAMI” Untuk Kepentingan Anak Negeri

BTN iklan

Dr. Anwar Abbas,  Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jakarta, 19/8 (LEI) – Indonesia termasuk  negara demokrasi yang cukup  besar, oleh karenanya, perlu dikelola secara baik agar kemajuan yang sudah di capai selama 75 tahun, sejak negeri ini di proklamasikan  tidak terjadi kemunduran.

Salah satu usaha mengelola demokrasi secara baik, pemerintah harus dapat menjalankan pembukaan UUD utamanya pada alinia keempat itu.

“Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Kata kunci dari pembukaan itu adalah tugas pemerintah  melindungi dan memajukan kesejahteran rakyat. Untuk mencapai hal itu, kita sepakat mengambil sistem demokrasi atau kedaulatan tertinggi di tangan rakyat. Manifestasi dari kedaualatan rakyat,  antara lain pemerintah tidak alergi atau mengaggap musuh jika ada anak bangsa, kelompok yang menamakan, “Kualisi  Aksi Menyelamatkan Indonesia” (KAMI) mengingatkan kepada para penguasa/umaro untuk tetap berada di lajur yang benar, karena apa yang di sampaikan oleh KAMI, semata-mata demi kebaikan bagi anak negeri.

Mengapa ? Dari informasi yang beredar di lapangan,  KAMI itu  gerakan moral bukan gerakan politik. Oleh karenanya,  kehadirannya  tentu sangat diperlukan terutama di tengah-tengah adanya berbagai macam krisis yang telah melanda negeri ini dimana yang dihadapi tidak hanya krisis dalam bidang kesehatan dan ekonomi. Tapi juga dalam bidang akhlak dan moral.

Untuk itu kalau bangsa ini mau maju sesuai dengan yang kita inginkan,  kehadirannya menurut saya tidaklah menjadi sesuatu yang harus ditakuti tapi harus kita sambut gembira karena secara konseptual apa yang disampaikannya   jelas  sesuai dan sejalan dengan apa yang disampaikan dan dicita-citakan oleh Presiden Joko Widodo  sewaktu dalam Pilpres yang lalu dimana beliau menginginkan negeri ini menjadi negeri yang maju, dimana generasi dan anak-anak  bangsanya memiliki karakter yang kuat.

Itu masalah morality dalam gagasan beliau di masa silam,  tentu menjadi sesuatu yang sangat penting karena tanpa itu maka bangsa ini  akan menjadi bangsa yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan bersama.

Rangkullah KAMI

Keberadaan KAM, perlu dirangkul. Menurut saya yang harus dilakukan oleh presiden bukanlah memusuhinya, atau menggerakkan para buser untuk melakukan perundungan,   tapi merangkulnya bagi secara bersama-sama terlibat dalam memikirkan dan menyelesaikan masalah dan persoalan bangsa.

Dan menurut saya Pak Presiden Jokowi dan Wapresnya,  tentu akan dapat  melakukan itu karena fakta menunjukkan, dengan Menhankam Prabowo saja yang perbedaan pandangannya sewaktu Pilpres cukup dan bahkan sangat tajam dan keras,  ternyata beliau dapat mengajak nya  untuk bersama-sama memikirkan dan menyelesaikan persoalan bangsa ini.

. Oleh karenanya,  kita  berharap hal itu juga akan bisa terjadi dengan KAMI dimana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin,  diharapkan akan dapat  mengajak KAMI untuk berdialog dan berbuat bagi mencarikan solusi yang baik dan terbaik untuk terciptanya sebesar-besar kemashlahatan dan kebaikan bagi bangsa dan negara baik untuk masa kini maupun masa datang.**ty

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami