LiputanTekno

Pemerintah Uji Coba Bioetanol E2

BTN iklan

Jakarta/Lei- Pemerintah akan memulai uji coba pencampuran bahan bakar dengan kadar etanol sebanyak dua persen pada kendaraan roda empat atau mobil yang menggunakan BBM non-PSO dan nonsubsidi.

Seharusnya uji coba sudah memasuki tahap campuran etanol lima persen, namun karena terkendala dari sisi ‘suply’ atau pasokan baru akan di mulai pada kadar campuran dua persen.

Ia juga menjelaskan bahwa perlahan kandungan akan ditingkatkan hingga pada angka lima persen. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015 tentang kewajiban minimal pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak, untuk pemakaian transportasi non-PSO dan industri, seharusnya sudah dilakukan pada April 2015, untuk kadar dua persen.

Namun, hingga jelang tahun 2018 masih baru dimulai uji coba untuk kadar campuran dua persen. Sedangkan kadar bioetanol lima persen harusnya sudah diimplikasikan pada Januari 2016, namun hingga saat ini jumlah pasokan disinyalir menjadi hambatan program ini.

Kemudian target campuran bioetanol tertinggi pada angka 20 persen, berdasar Permen tersebut, ditargetkan terlaksana pada Januari 2025. Sementara itu, melanjutkan kajian yang telah dilakukan pada tahun 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali akan melakukan uji coba Biodiesel-20 (B-20) pada kereta api dan studi awal penggunaan Biodiesel-30 (B-30) untuk transportasi darat selain kereta api pada tahun 2018.

Wamen ESDM menjelaskan, butuh waktu dalam masa peralihan dari B-20 menuju B-30. Disamping itu, uji coba terus dilakukan agar kedepannya penerapan B-30 pada transportasi darat tidak menemui kendala.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, implementasi B-30 menunggu terselesaikannya kendala yang ada di B-20. “Kita masih akan menguji B-20 untuk kereta api, akan dibuktikan apakah B-20 comply dengan sistem kereta api sekarang,” jelasnya.

Mendukung pernyataan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menambahkan, hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan injector pada kereta api dengan injector mobil diesel, yang menyebabkan lebih sulit dalam mengaplikasikan biodiesel untuk kereta.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami