Internasional

Pemilik Rudal yang Meledakkan Pesawat MH17 Milik Malaysia Terungkap

BTN iklan

JAKARTA (LEI) – Rudal yang meledakkan pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 saat berada di wilayah udara Ukraina pada 2014 berasal dari satu brigade Rusia, kata tim penyelidik internasional mengutip BBC, Jumat (25/5/2018).

Ini untuk pertama kalinya tim internasional yang dipimpin Belanda ini menyatakan bahwa rudal yang menghantam MH17 beradal dari satu unit brigade Rusia yang bertugas di kota Kursk.

Semua penumpang dan awak pesawat Boeing 777 yang berjumlah 298 orang meninggal dunia ketika pesawat hancur di udara terkena tembakan rudal saat melayani rute Amsterdam-Kuala Lumpur.

Tadinya dikatakan rudal BUK yang dipakai untuk menembak pesawat MH17 berasal dari wilayah yang dikuasai pemberontak di Ukraina dan Rusia menyatakan tidak ada sama sekali persenjataan mereka.

Namun pada hari Kamis (24/05), pejabat Belanda yang masuk tim penyelidik internasional (JIT), Wilbert Paulissen, mengatakan, “Semua kendaraan yang membawa rudal adalah bagian dari militer Rusia.”

Serpihan persawat MH17. Foto: Maxim/Reuters

Ia menambahkan penelusuran JIT memperlihatkan konvoi ini adalah brigade 53 Rusia.

Insiden terjadi di tengah puncak konflik antara tentara pemerintah Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Pada Oktober 2015, Badan Keselamatan Belanda (DSB) mengatakan pesawat MH17 ditembak dengan rudal BUK buatan Rusia.

Sekitar setahun kemudian JIT -yang beranggotakan penyelidik dari Belanda, Australia, Belgia, Malaysia dan Ukraina- mengambil kesimpulan yang sama dalam laporan awal mereka.

Menanggapi kesimpulan bahwa rudal yang menjatuhkan MH17 berasal dari brigade Rusia, juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, kepada BBC mengatakan pihaknya tidak bisa menerima ‘kebenaran versi JIT’.

“Saya pun yakin Anda tidak punya buktinya, kan?” kata Peskov.

Cara Penyelidik Mengetahui Jenis Rudal

Para penyelidik DSB mengatakan rudal meledak di dekat kokpit yang menyebabkan pesawat hancur di udara.

Sumber ledakan adalah hulu ledak tipe 9N314M buatan Rusia yang diangkut oleh rudal 9M38M1, yang ditembakkan dari wilayah Ukraina timur dengan menggunakan sistem rudal BUK.

Kesimpulan ini didapat dengan meneliti pola kerusakan pada pesawat MH17 dan serpihan-serpihan rudal.

Jejak cat pada sejumlah serpihan rudal yang ditemukan cocok dengan cat pada rudal yang biasa dipakai di wilayah Ukraina timur.

Serpihan persawat MH17. Foto/BBC

Tim penyelidik Belanda melakukan sejumlah simulasi dan diyakini hulu ledak untuk menembak MH17 seberat 70 kg.

Senjata ini meledak sekitar empat meter di atas hidung pesawat dan serpihan ledakan -yang memiliki energi yang tinggi- menghujam bagian depan pesawat dan langsung menewaskan tiga awak yang berada di kokpit.

Beberapa saat kemudian pesawat patah menjadi tiga bagian: kokpit hilang namun pesawat tetap terbang, sayap dan ekor patah diikuti dengan lepasnya bagian belakang pesawat.

Badan pesawat kemudian jatuh ke tanah dalam keadaan terbalik.

Bagi Malaysia, ini adalah insiden besar kedua setelah beberapa bulan sebelumnya pesawat MH370 yang melayani rute Kuala Lumpur-Beijing hilang.

Tim internasional dari Australia, Malaysia, dan Cina meyakini pesawat ini jatuh di perairan Samudra Hindia bagian selatan, namun upaya pencarian besar-besaran tidak menemukan bukti atau jejak penting, apalagi badan pesawat.

Setelah sekitar 1.000 hari, pencarian MH370 resmi dihentikan namun perusahaan swasta Amerika memutuskan untuk melanjutkan pencarian ini.

Dan pada hari Rabu (23/05), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memutuskan kontrak pencarian MH370 akan dibatalkan pekan depan dengan alasan kontrak ini tidak memberikan kemanfaatan bagi Malaysia.

(okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami