Internasional

Pemilu di Pakistan Korbankan 100 Nyawa Lebih Melayang Akibat Bom

BTN iklan

PAKISTAN (LEI) – Sepanjang pemilihan umum di pakistan aksi teror bom terus terjadi. Seorang pembom bunuh diri menewaskan sedikitnya 128 orang pada sebuah kampanye di selatan Pakistan – serangan paling mematikan di negara itu sejak 2014.

Seorang kandidat setempat adalah salah satu korban tewas di kota Mastung, menurut polisi. Apa yang disebut Negara Islam (ISIS) mengklaim sebagai pihak di balik serangan itu.

Sebelumnya, serangan bom pada kampanye serupa di kota Bannu di utara menewaskan empat orang. Serangan itu terjadi menjelang pemilihan umum pada 25 Juli.

 

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif ditangkap setelah terbang pulang dari Inggris.

Sharif dan putrinya Maryam diamankan oleh pejabat Biro Akuntabilitas Nasional (National Accountability Bureau, NAB) setelah mendarat di kota Lahore bagian utara. Mereka kemudian ditempatkan di pesawat sewaan yang menuju ibukota Pakistan, Islamabad.

Mereka kemudian dipindahkan ke penjara setempat.

PM tiga kali itu digulingkan tahun lalu setelah sebuah penyelidikan korupsi. Minggu lalu dia dijatuhi hukuman in absentia hingga 10 tahun penjara.

Dia menuduh lembaga keamanan Pakistan yang kuat berkonspirasi melawan dia menjelang pemilihan.

 

Apa yang diketahui tentang serangan hari Jumat?

Petugas mengatakan lebih dari 150 orang terluka di Mastung.

Di antara mereka yang tewas adalah kandidat majelis provinsi Baluchistan, Siraj Raisani, ungkap keluarganya. Dia adalah kandidat untuk partai Balochistan Awami.

Petugas setempat mengatakan penyerang meledakkan bom di antara kerumunan tempat kampanye diadakan.

“Potongan tubuh manusia dan daging merah berdarah berserakan di mana-mana di kompleks itu,” kata wartawan lokal Attah Ullah seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

“Orang-orang yang terluka menangis kesakitan dan ketakutan,” kata wartawan itu.

Militan ISIS kemudian menggunakan outlet berita mereka untuk mengklaim sebagai kelompok yang melakukan serangan itu.

ISIS telah melakukan sejumlah serangan di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan itu dalam beberapa tahun terakhir. Namun, keamanan telah membaik sejak militer berhasil membersihkan sebagian besar wilayah.

Bom hari Jumat itu adalah serangan paling mematikan sejak gerilyawan Taliban Pakistan menyerang sebuah sekolah yang dikelola tentara di Peshawar pada Desember 2014, menewaskan 141 orang, 132 di antaranya anak-anak.

Sebelumnya pada hari itu, sebuah konvoi kampanye calon lain diserang di Bannu.

Akram Khan Durrani, yang mewakili partai MMA, tidak terluka, kata para petugas.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada hari Selasa, seorang pembom bunuh diri melakukan serangan di sebuah kampanye di kota Peshawar di utara, menewaskan 22 orang – termasuk seorang kandidat provinsi.

Taliban Pakistan mengatakan yang melakukan serangan itu.

Bagaimana dengan kembalinya Sharif?

Ketegangan di seluruh Pakistan meningkat menjelang kedatangan mantan perdana menteri itu di Lahore.

Bentrokan dilaporkan pecah antara pendukung Sharif dan pasukan keamanan di jalan masuk utama ke kota.

Sebelumnya, ribuan petugas polisi diperbantukan untuk pengamanan dan kontainer pengiriman ditempatkan di beberapa jalan utama.

Pada hari Kamis, partai PML-N Sharif mengatakan ratusan aktivis di Lahore ditahan sebelum kepulangan Sharif.

Pengacara Sharif berharap kembalinya Sharif ke Pakistan akan memungkinkannya mengajukan banding atas dakwaannya.

Pemilih akan memilih kandidat untuk Majelis Nasional Pakistan yang berjumlah 342 kursi

Partai-partai utama dalam pemilu ini adalah PML-N-nya Nawaz Sharif, PTI-nya mantan pemain kriket Imran Khan, dan PPP-nya Bilawal Bhutto Zardari

Ini akan menjadi kedua kalinya satu pemerintahan sipil menyerahkan kekuasaan kepada yang lain setelah menjalani masa jabatan penuh

Pemilihan suara telah dinodai oleh apa yang para pengamat katakan adalah tekanan terhadap aktivis politik, wartawan dan kritikus terhadap lembaga militer yang kuat

Lebih dari 371.000 tentara akan dikerahkan untuk melindungi pemilihan dan memastikannya “bebas dan adil”, kata tentara. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami