Internasional

Pemilu Malaysia, Politikus BN dan Oposisi Dibanjiri Telepon Spam

BTN iklan

Kuala Lumpur (LEI) – Banyak politikus Malaysia yang mengeluhkan ‘trik kotor’ saat proses pemungutan suara berlangsung. Panggilan spam nonstop membanjiri telepon genggam para politikus ini sehingga mengganggu komunikasi dengan partai masing-masing.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (9/5/2018), kelompok hak sipil Malaysia, Suaram, menyebut panggilan telepon spam itu tidak hanya terjadi pada para politikus, tapi juga pemimpin kelompok-kelompok sipil.

“Upaya jelas untuk menghalangi kinerja para pembela HAM dan politikus pada momen kritis saat hari pemungutan suara,” sebut Suaram dalam pernyataannya.

Pemilu ke-14 ini disebut sebagai pemilu paling ketat yang dihadapi koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin Perdana Menteri Najib Razak, yang mendapat perlawanan kuat dari oposisi yang kini dipimpin Mahathir Mohamad, eks mentor Najib.

Laporan soal panggilan spam ini datang dari berbagai pihak, tidak hanya politikus pemerintah tapi juga politikus oposisi. Namun tidak ada satupun yang mengungkapkan pihak siapa yang mereka curigai ada di balik ‘trik kotor’ ini.

PM Najib sendiri telah menyatakan kecaman terhadap ‘panggilan spam’ yang diterima para pemimpin koalisi BN. Panggilan misterius itu disebutkan Najib datang dari nomor internasional. Dia juga menyebut banyak situs koalisi BN yang tidak bisa diakses.

“Telepon-telepon yang diserang oleh spam ini tidak bisa beroperasi seperti biasa. Ini juga termasuk banyak situs Barisan (BN) yang tidak bisa diakses,” ujar PM Najib seperti dilansir The Star.

“Saya telah memerintahkan dilakukannya tindakan segera,” imbuh PM Najib via Twitter.

Dalam pernyataan terpisah, sejumlah pemimpin dari oposisi Pakatan Harapan (PH) mengaku sengaja mematikan telepon genggam mereka setelah menerima panggilan otomatis nyaris setiap menit. Panggilan itu disebut datang dari nomor luar negeri.

“Ini adalah serangan teknologi kotor terhadap kami, kami telah dilumpuhkan. Kami tidak bisa berbicara kepada siapapun… mereka berupaya menyabotase sistem pemilu untuk menghalangi kemenangan PH,” tutur Lim Guan Eng yang merupakan pemimpin oposisi senior.

Seorang menteri di pemerintahan PM Najib menyebut dirinya menerima banyak telepon dari nomor tak dikenal yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia. Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia (MCMC) yang mengatur sektor komunikasi, belum memberi tanggapan. (detik)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close