EkonomiLiputan

Pemkab Akan Pasarkan Beras Asli Bantul

BTN iklan

BANTUL, 11/4 (LEI) – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengelola beras produksi petani daerah ini untuk kemudian dipasarkan dengan nama beras asli Bantul.

“Arahan dan pesan dari Pak Bupati, bagaimana Bantul yang mempunyai produksi beras melimpah itu bisa dipasarkan dengan nama beras asli Bantul,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Rabu.

Menurut dia, untuk mempersiapkan pengelolaan beras petani yang akan difasilitasi dengan bran asli Bantul itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi beberapa kali dengan lembaga terkait, termasuk para petani produsen beras.

“Ke depan kita ingin membuat sebuah ‘link’ kerja sama yang baik dengan produsen yang berasal dari petani, yaitu asosiasi lembaga distribusi pangan masyarakat, yang merupakan kumpulan para petani yang memproduksi beras di Bantul,” katanya.

Ia mengatakan, akan ada dua langkah yang ditempuh berkaitan dengan pengelolaan beras itu, yaitu bagaimana mempunyai beras asli Bantul, kemudian menjaga atau membela petani dalam hal ini harga di tingkat petani adalah harga yang wajar.

“Ada jaminan pasar nanti apabila ini (beras Asli Bantul) jadi kita laksanakan, namun nanti tergantung perintah bupati yang berkaitan dengan sampai sejauh mana fasilitas yang kita berikan kepada para produsen beras itu,” katanya.

Pulung mengatakan, dengan pengelolaan beras Bantul ini nantinya direncakana akan ada satu nama bran beras Bantul, karena hal itu berkaitan dengan mutu dan kualitas beras tersebut, dan ketika sudah diproduksi mutunya harus dipertahankan.

Ia juga mengatakan, dalam mengembangkan beras Bantul itu nantinya juga ada kelas-kelas daripada beras itu, misalnya beras medium, beras premium, bahkan beras organik, karena itu menyesuaikan dengan permintaan pasar.

“Jadi produsen yang sudah mempunyai sertifikat yang bisa memproduksi beras Bantul itu, dan nanti ada kelas beras, medium, premium dan organik. Dan itu yang perlu kita tata, supaya bisa jalan tapi tidak melanggar peraturan,” katanya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami